Hari Catur Internasional: Mampukah Catur Bertahan di Tengah Dominasi Esports?

Siti Putri Lestari • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 16:07 WIB
Olahraga Catur (AI Ganerated)
Olahraga Catur (AI Ganerated)

 SOLOBALAPAN.COM – Popularitas esports dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan, terutama di kalangan generasi muda. Berbagai turnamen berskala Nasional hingga Internasional, kemudahan mengakses permainan melalui gawai, serta maraknya konten gim di media sosial menjadikan E-SPORT sebagai salah satu bentuk hiburan sekaligus ajang kompetisi yang semakin diminati.

Di tengah pesatnya perkembangan tersebut, CATUR sebagai olahraga strategi yang telah bertahan selama berabad-abad menghadapi tantangan untuk tetap relevan di era digital. Bertepatan dengan peringatan Hari CATUR INTERNASIONAL setiap 20 Juli, momentum ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana eksistensi catur dipertahankan di tengah dominasi E-SPORT yang terus menarik perhatian generasi muda.

Baca Juga: Mengenal Main Character Energy yang Ngetren di Media Sosial

Meski sama-sama mengandalkan kemampuan berpikir, menyusun strategi, dan mengambil keputusan, CATUR dan E-SPORT menawarkan pengalaman yang berbeda. Lantas, di tengah perubahan tren hiburan dan olahraga kompetitif, mampukah CATUR tetap menjadi pilihan generasi muda, atau justru memiliki keunggulan tersendiri yang membuatnya tetap bertahan di era digital?

Perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara masyarakat menikmati hiburan, tetapi juga cara mereka berkompetisi. Jika dahulu permainan strategi identik dengan papan CATUR dan pertemuan tatap muka, kini banyak anak muda lebih akrab dengan pertandingan esports yang dapat dimainkan kapan saja melalui perangkat digital. Kondisi tersebut turut memengaruhi pilihan aktivitas rekreasi sekaligus olahraga yang diminati generasi muda.

Baca Juga: Mengenal Doomscrolling, Kebiasaan Menggulir Kabar Buruk Tanpa Henti

Di sisi lain, catur tetap memiliki komunitas yang aktif menggelar latihan rutin maupun turnamen di berbagai daerah, termasuk di Kota SOLO. Sejumlah sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas pecinta catur masih berupaya mengenalkan permainan ini kepada kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai olahraga yang tidak hanya mengasah kemampuan berpikir, tetapi juga melatih kesabaran, konsentrasi, serta kemampuan mengambil keputusan.

Menariknya, perkembangan teknologi justru turut dimanfaatkan oleh para pecatur untuk memperluas jangkauan permainan. Berbagai platform catur daring memungkinkan pemain berlatih, mengikuti kompetisi, hingga berinteraksi dengan lawan dari berbagai negara. Kehadiran teknologi ini menunjukkan bahwa catur tidak sepenuhnya tertinggal oleh perkembangan zaman, melainkan ikut beradaptasi dengan perubahan pola bermain masyarakat.

Baca Juga: 6 Tempat Makan Ikonik di Kampus UNS yang Jadi Favorit Mahasiswa

Di tengah pesatnya perkembangan esports dan berbagai bentuk hiburan digital, catur membuktikan bahwa olahraga strategi ini masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Kemampuannya dalam melatih konsentrasi, berpikir kritis, serta sportivitas menjadi nilai yang tetap relevan bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Peringatan Hari CATUR INTERNASIONAL pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali catur kepada generasi muda. Dengan dukungan komunitas, sekolah, dan berbagai pihak, catur diharapkan mampu terus berkembang serta melahirkan bibit-bibit pecatur berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kota Solo maupun Indonesia di tingkat nasional hingga internasional.

 

Editor : Kabun Triyatno
catur hari catur indonesia internasional surakarta