SOLOBALAPAN.COM – Di tengah tren pembalap MotoGP yang berlomba-lomba membangun fisik di pusat kebugaran, Ai Ogura justru memilih jalur berbeda. Rider Trackhouse Aprilia itu lebih percaya bahwa kemampuan balap terbaik dibangun dengan menghabiskan waktu di atas motor, bukan dengan mengangkat beban di gym.
Pendekatan yang tak lazim tersebut terbukti membuahkan hasil. Pembalap asal Jepang itu sukses meraih kemenangan perdana di kelas MotoGP pada seri Belanda di Sirkuit Assen, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan musim ini.
Belajar dari Motor, Bukan dari Angkat Beban
Baca Juga: Tangis Ronaldo Pecah di Arlington, CR7 Pastikan Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhirnya
Rahasia latihan Ogura diungkap oleh Norman Rank, mantan kepala kru yang mendampinginya saat membela Honda Team Asia hingga menjadi juara Moto2 2024.
Dalam wawancara dengan Speedweek, Rank menjelaskan bahwa kekuatan utama Ogura bukan berasal dari fisik yang besar, melainkan bakat alami serta kemampuan merasakan karakter motor.
"Ogura tidak mengendarai motor dengan kekuatan fisik, tetapi dengan bakat dan feeling," ujar Rank.
Menurutnya, Ogura sejak lama meyakini bahwa tempat terbaik untuk meningkatkan kemampuan adalah langsung di atas sepeda motor.
"Dia selalu mengatakan tempat terbaik untuk belajar adalah di atas motor. Karena itu, dia memiliki sekitar enam motor di rumah yang rutin dipakai untuk berlatih. Dia hanya pergi ke gym jika memang benar-benar diperlukan," tambah Rank.
Filosofi yang Berbeda dari Mayoritas Pembalap
Saat ini sebagian besar pembalap MotoGP menjalani program kebugaran yang sangat intens demi meningkatkan kekuatan tubuh menghadapi motor berperforma tinggi.
Baca Juga: Kylian Mbappe Murka Dihina Senator Paraguay, Tegas Lawan Rasisme Usai Piala Dunia 2026
Namun, Rank menilai tren tersebut terkadang dilakukan secara berlebihan, terutama oleh para pembalap muda yang terlalu fokus membentuk massa otot.
"Beberapa pembalap muda hanya dalam setahun tubuhnya berubah seperti petinju profesional atau atlet MMA. Padahal, otot-otot itu juga membutuhkan oksigen," jelasnya.
Ia menilai tubuh yang terlalu berotot belum tentu memberikan keuntungan maksimal ketika harus mempertahankan konsentrasi dan ketahanan selama balapan berdurasi panjang.
Feeling Jadi Kunci Kecepatan
Bagi Ogura, kecepatan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan membaca perilaku motor dalam setiap tikungan, pengereman, hingga akselerasi.
Jam terbang yang tinggi di atas berbagai jenis motor membuatnya memiliki sensitivitas yang sangat baik terhadap perubahan grip, keseimbangan, serta karakter lintasan. Faktor inilah yang dinilai menjadi salah satu modal utama saat bersaing di level MotoGP.
Baca Juga: Terdaftar Resmi di Samsat, McLaren yang Alami Laka di Sukoharjo Baru Dimiliki 3 Bulan
Bukti Nyata di Lintasan
Pendekatan unik tersebut kini mulai mendapat perhatian di paddock MotoGP. Kesuksesan Ogura meraih kemenangan perdananya bersama Trackhouse Aprilia menunjukkan bahwa metode latihan setiap pembalap tidak harus sama.
Di saat banyak rival mengandalkan kekuatan fisik, Ai Ogura membuktikan bahwa bakat, teknik, dan waktu yang dihabiskan di atas motor tetap menjadi fondasi utama untuk meraih hasil terbaik di lintasan balap. (ka/bas/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto