SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Hasil antiklimaks harus diterima oleh pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam balapan utama Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen.
Mengawali akhir pekan dengan performa menjanjikan sejak sesi latihan hingga kualifikasi, pembalap besutan Honda Team Asia tersebut justru gagal menyentuh garis finish (DNF) akibat mengalami kecelakaan di pertengahan balapan.
Secara jantan, pemuda asal Yogyakarta tersebut mengakui bahwa kegagalannya membawa pulang poin murni disebabkan oleh kesalahan dan kalkulasi pribadinya di lintasan.
Sempat Menggebrak di Posisi Kedua Sebelum Petaka Tikungan 4
Memulai balapan dari tempat ketujuh (P7), pembalap yang menunggangi motor bernomor #9 ini langsung tampil agresif sejak lampu hijau menyala.
Baca Juga: Spektakuler! Start dari Posisi Ke-20, Veda Ega Pratama Menggila hingga Finis P5 di Moto3 Ceko 2026
Veda sukses merangsek naik ke barisan kelompok depan dan sempat bertengger di urutan kedua demi memperebutkan podium kemenangan.
Namun, ketatnya tensi balapan kelas Moto3 membuat kontak fisik antarpembalap tidak terhindarkan.
Setelah terlibat duel sengit yang menguras ban, fokus Veda sempat terganggu hingga akhirnya kehilangan kendali dan terjatuh di Tikungan 4 Sirkuit Assen.
"Balapan hari ini menjadi bencana karena saya tidak bisa finis, jadi saya sangat kecewa. Setelah menjalani akhir pekan yang sangat baik dan punya perasaan yang bagus dengan motor, hasil ini sulit diterima.
Mungkin saya perlu sedikit lebih cerdas saat balapan dan mengelola beberapa situasi dengan lebih baik. Kecelakaan ini juga kesalahan saya, jadi saya akan mengambil pelajaran dari hari ini," ungkap Veda Ega Pratama dengan berlapang dada.
Tabel Evaluasi Performa dan Proyeksi Balapan Veda Ega Pratama
Guna memetakan catatan performa serta agenda balap selanjutnya dari rider masa depan Indonesia ini, berikut adalah resume statistiknya:
| Komponen Balapan | Catatan Performa di GP Assen | Catatan Evaluasi & Dampak Taktis |
| Pembalap / Nomor | Veda Ega Pratama / #9 | Menunjukkan kecepatan yang kompetitif dengan rider Eropa. |
| Posisi Start | P7 (Baris Ketiga) | Modal awal yang sangat baik hasil dari kualifikasi yang apik. |
| Puncak Performa Laga | P2 (Grup Terdepan) | Sempat memimpin perburuan podium sebelum rentetan kontak terjadi. |
| Lokasi & Penyebab DNF | Tikungan 4 (Turn 4) | Kehilangan cengkeraman akibat agresivitas duel di sirkuit. |
| Agenda Selanjutnya | Sachsenring, Jerman | Putaran ke-11 Moto3 musim kompetisi 2026. |
Dukungan Hiroshi Aoyama dan Tatap Putaran Sachsenring Jerman
Meskipun kecewa berat karena kehilangan momentum meraih poin besar, Veda memilih untuk tetap memetik sisi positif dari akhir pekan di Belanda.
Menurutnya, feeling terhadap motor Honda miliknya sudah jauh lebih matang sehingga ia memiliki modal tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk seri berikutnya.
Dukungan moral juga mengalir dari Team Manager Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.
Legenda balap Jepang tersebut menilai insiden yang dialami anak asuhnya adalah hal yang lumrah dalam dinamika balap motor kelas ringan yang terkenal sangat ketat.
Aoyama menegaskan bahwa timnya akan segera mengevaluasi data telemetri pasca-kecelakaan agar Veda bisa tampil lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih taktis dalam mengelola manajemen ban saat mengarungi putaran ke-11 Moto3 2026 yang akan dihelat di Sirkuit Sachsenring, Jerman, dalam waktu dekat.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo