SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Timnas Futsal U-17 Indonesia kembali memetik pelajaran yang sangat berharga dalam ajang internasional bertajuk IV Torneo Internacional U17 – VI Nations yang berlangsung di Spanyol.
Menghadapi salah satu raksasa kiblat futsal dunia, Brasil, skuad Garuda Muda harus mengakui keunggulan telak lawannya dengan skor akhir 0-9 pada laga yang digelar Jumat (26/6/2026) waktu setempat.
Kekalahan mencolok ini menjadi hasil minor kedua yang diterima anak asuh Amril Daulany selama mengarungi turnamen bergengsi tersebut.
Sebelumnya, Indonesia juga harus menyerah 0-4 saat berhadapan dengan tim tuan rumah, Spanyol. Walau menelan kekalahan beruntun, Federasi Futsal Indonesia (FFI) menilai rangkaian uji coba melawan tim-tim elite dunia ini adalah bagian krusial dari proses pembinaan jangka panjang.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Brasil langsung tampil menekan dan dominan.
Tim berjuluk Selecao tersebut menutup paruh pertama dengan keunggulan 3-0 melalui brace dari Jhon Lucas dan satu gol yang dicetak oleh Pietro Martins Moita.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Brasil kian sulit dibendung oleh barisan pertahanan Indonesia. Victor Franco dan Arthur Franco masing-masing menyumbang satu gol.
Sementara itu, Pietro Martins Moita tampil menggila dengan menambah dua gol lagi untuk melengkapi catatan hattrick-nya.
Pesta gol Brasil ditutup oleh aksi Murilo Carlos, Isaac Santos, dan Joao Gabriel yang memastikan papan skor berubah menjadi 9-0.
Ketatnya pertandingan sempat diwarnai kartu kuning pada menit ke-19 setelah pemain Indonesia, Niant Moris Very, terpaksa melakukan pelanggaran taktis demi memutus skema serangan balik cepat para pemain Brasil.
Sentilan Keras dari Hector Souto
Meskipun kualitas individu, kecepatan, dan organisasi taktik Brasil berada di kelas dunia, hasil ini diakui menjadi salah satu kekalahan yang paling sulit diterima oleh Hector Souto, Pelatih Timnas Futsal Senior Indonesia sekaligus Kepala Ekspedisi Timnas Futsal U-17.
Melalui akun Instagram pribadinya, pelatih asal Spanyol tersebut memberikan evaluasi sekaligus sentilan keras terkait mentalitas bertanding para pemain muda.
Baca Juga: Petilasan Putri Cempo, Cagar Budaya Kota Solo Yang Berada di Bantaran Sungai Tirtonadi
"Sikap adalah nilai yang tidak bisa ditawar dalam Timnas Futsal Indonesia. Saya tidak akan pernah menerima kekalahan sebesar apa pun tanpa berusaha melawan, berani, dan terus memberontak terhadap keadaan sampai detik terakhir," tulis Hector Souto tegas.
Ia menilai armada Garuda Muda sebenarnya sempat memberikan perlawanan impresif di awal laga, namun kehilangan fokus di sisa waktu pertandingan sehingga menjadi santapan empuk lini serang lawan.
"Hari ini kalian bermain sangat, sangat baik selama 18 menit, tetapi 22 menit sisanya benar-benar buruk. Anggap ini sebagai pelajaran hidup," tambahnya.
Kendati demikian, Hector mengingatkan bahwa ketimpangan kualitas ini adalah hal yang logis.
Brasil merupakan negara kolektor enam gelar juara dunia futsal dengan kompetisi liga terbaik, sementara Indonesia baru memulai fondasi pembinaan usia muda.
Fokus Menatap Laga Kontra Maroko
Dua kekalahan dari raksasa dunia tidak membuat tim kepelatihan patah arang. Evaluasi menyeluruh dari aspek teknis, taktis, hingga struktural akan terus digodok agar pengalaman berharga ini membentuk mentalitas matang skuad masa depan tanah air.
Tak punya banyak waktu untuk meratap, Timnas Futsal Indonesia U-17 harus segera mengalihkan fokus penuh demi menghadapi tantangan berikutnya dari wakil Afrika, Maroko. Pertandingan tersebut dijadwalkan bertanding pada Sabtu (27/6/2026) di Castro Del Rio, Cordoba, Spanyol. (hj/an)