BOLOGNA – Pabrikan papan atas asal Italia, Ducati, akhirnya resmi mewujudkan proyek superteam impian untuk mengarungi kerasnya kompetisi MotoGP di masa mendatang. Ducati Corse secara resmi menunjuk pembalap muda berbakat, Pedro Acosta, sebagai tandem baru bagi sang juara dunia bertahan, Marc Marquez.
Kerja sama strategis ini dipastikan mengikat Acosta untuk memperkuat tim pabrikan Ducati mulai musim MotoGP 2027 hingga 2028 mendatang. Langkah berani ini diambil Ducati bukan sekadar untuk memperkuat dominasi jangka pendek, melainkan sebagai investasi besar dan fondasi masa depan tim.
General Manager Ducati Corse, Luigi 'Gigi' Dall'Igna, mengungkapkan alasan kuat di balik keputusan merekrut pembalap berjuluk El Tiburon tersebut. Menurutnya, Acosta adalah sosok yang paling tepat untuk memimpin era baru Ducati.
"Pedro adalah kandidat ideal untuk masa depan tim. Selain memiliki talenta yang luar biasa, dia juga menunjukkan perkembangan yang sangat cepat di kelas utama," ujar Gigi Dall'Igna, sebagaimana dikutip dari laman resmi MotoGP, Jumat (26/6/2026).
Menyatukan Dua Generasi Terbaik
Dengan bergabungnya Pedro Acosta, Ducati berhasil menyatukan dua pembalap terbaik dari dua generasi yang berbeda. Di satu sisi, mereka memiliki Marc Marquez, pemilik delapan gelar juara dunia (tujuh di antaranya di kelas MotoGP) yang sarat pengalaman. Di sisi lain, Acosta digadang-gadang sebagai calon kuat penerus takhta Marquez berkat penampilan impresifnya sejak promosi ke MotoGP pada tahun 2024 silam.
Kendati diproyeksikan menjadi rekan satu tim yang solid, bibit-bibit rivalitas antara keduanya diprediksi akan membuat atmosfer garasi Ducati semakin memanas. Sengatan persaingan itu bahkan sudah mulai terlihat sejak musim ini.
Marquez dan Acosta beberapa kali terlibat dalam duel sengit di atas lintasan, termasuk aksi saling salip yang menegangkan di Grand Prix Thailand dan Hungaria.
Rivalitas Panas, Tetap Hormat di Luar Lintasan
Baca Juga: Harga Lebih Murah, Performa Buas! Vario Evo 160 Punya Keunggulan yang Sulit Dilawan PCX 160
Meski berpotensi besar menjadi rival utama dalam perebutan gelar juara dunia di masa depan, hubungan kedua pembalap Spanyol ini di luar lintasan dikabarkan masih sangat harmonis.
Acosta sendiri tidak ragu melemparkan pujian setinggi langit kepada calon rekan setimnya itu. Bagi Acosta, Marquez adalah salah satu pembalap terbaik yang pernah lahir dalam sejarah balap motor dunia.
"Kalau dia (Marquez) bukan yang terbaik sepanjang masa, berarti dia berada di level yang sama dengan Valentino Rossi," ungkap Acosta jujur saat berbicara dalam podcast Gypsy Tales beberapa waktu lalu.
Menarik untuk ditunggu bagaimana dinamika superteam baru ini saat mengaspal bersama pada musim 2027 nanti. Apakah dominasi Ducati akan semakin tak terbendung, atau justru rivalitas internal yang akan membakar garasi mereka? (ka/bas/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto