SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Tujuh seri pertama Moto3 musim 2026 menjadi panggung pembuktian bagi pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, Veda Ega Pratama.
Pembalap berusia 17 tahun ini sukses mencetak sejarah dan menunjukkan bakat besarnya yang layak diperhitungkan di level Kejuaraan Dunia.
Namun, di saat yang sama, musim debut ini juga menyoroti sejumlah area yang masih perlu ia asah.
Daya Juang Tinggi dan Kecepatan Menyalip
Satu hal yang paling menonjol dari penampilan Veda adalah kemampuannya saat bertarung di tengah rombongan. Kecepatan balapan (race pace) dan keberanian manuver menyalipnya berada di atas rata-rata pembalap debutan (rookie).
Berikut adalah catatan comeback impresif Veda Ega di beberapa seri awal Moto3 2026:
| Seri Balapan | Posisi Start | Posisi Finis | Keterangan |
| GP Spanyol (Jerez) | 17 | 6 | Sukses melesat dan menembus kelompok depan dari barisan tengah. |
| GP Catalunya | 20 | 8 | Tampil agresif melakukan banyak manuver untuk masuk ke 10 besar. |
| 3 Seri Terakhir | Barisan Belakang | 10 Besar | Menunjukkan ritme balap yang konsisten saat memburu posisi (recovery). |
Tantangan Adaptasi dan Pekerjaan Rumah
Meski memiliki race pace yang luar biasa, perjalanan Veda di tujuh seri pertama juga mengungkap beberapa tantangan yang sangat wajar dialami oleh seorang debutan di tengah kerasnya persaingan Grand Prix:
Baca Juga: Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Pratama Turun ke Posisi 2, Perebutan Gelar Makin Panas
-
Mempertahankan Posisi: Veda kerap kesulitan menjaga momentum saat sudah berhasil berada di rombongan terdepan. (Contoh: Di Mugello dan Amerika, posisinya sempat melesat sebelum akhirnya tercecer ke belakang).
-
Performa Kualifikasi: Masih sering memulai balapan dari baris keenam atau ketujuh, sehingga terlalu banyak menghabiskan energi di lap-lap awal untuk mengejar ketertinggalan.
-
Manajemen Ban & Ritme: Masih membutuhkan waktu untuk lebih memahami cara mengelola keausan ban dan menjaga ritme balap di tengah pertarungan ketat.
Sejarah Baru dan Pembuktian Potensi
Di usianya yang masih sangat muda, pencapaian Veda hingga seri ketujuh ini tetap patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya.
Ia berhasil menorehkan prestasi gemilang bagi Indonesia di kelas Moto3, yakni:
-
Meraih 1 kali Podium.
-
Mencetak rekor kecepatan maksimal (Top Speed).
-
Mengoleksi total 66 poin di klasemen kejuaraan dunia.
Pencapaian nyata di lintasan ini seolah membenarkan peristiwa bersejarah yang terjadi pada 30 September 2025 lalu.
Saat itu, Veda Ega yang baru berusia 16 tahun diundang oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta bersama Mario Suryo Aji.
Dalam pertemuan kehormatan tersebut, Juara Dunia MotoGP Marc Marquez secara langsung membicarakan potensi besar Veda di hadapan Presiden.
Kini, kurang dari setahun berselang, potensi itu telah berubah menjadi prestasi.
Dengan sisa 15 seri dari total 22 balapan—termasuk laga kandang di Sirkuit Mandalika pada 11 Oktober mendatang—kesempatan Veda untuk memperbaiki kualifikasi dan bersaing dalam perebutan gelar Rookie Terbaik Moto3 2026 masih terbuka sangat lebar.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo