SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Laga pembuka putaran kedua Pro Futsal League 2 (PFL2) 2026 langsung menyajikan drama tingkat tinggi yang menguras emosi penonton.
Bermain di hadapan publik sendiri di GOR Bung Karno Sukoharjo pada Kamis (21/5) malam, tuan rumah Maestro Solo FC nyaris menanggung malu sebelum akhirnya berhasil menahan imbang Elano FC Tuban dengan skor ketat 2-2.
Taktik berisiko tinggi yang diterapkan jajaran pelatih Solo di menit-menit akhir pertandingan hampir menjadi senjata makan tuan, andai Safari Ramadhan tidak muncul sebagai juru selamat di detik-detik krusial.
Baca Juga: Dune: Part Three Siap Jadi Penutup Epik Bagi Trilogi Denis Villeneuve
Babak Pertama: Kiper Eza Jadi Tembok Tebal Maestro
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka dengan intensitas serangan yang sangat tinggi.
Elano FC Tuban yang datang sebagai tim tamu justru tampil lebih lepas dan beberapa kali berhasil mengacak-acak lini pertahanan tuan rumah.
Beruntung, Maestro Solo FC memiliki Eza di bawah mistar gawang. Penampilan impresif dan refleksi cepat sang penjaga gawang sukses mementahkan sejumlah peluang emas Elano FC, memaksa skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan justru semakin memanas. Elano FC berhasil memecah kebuntuan terlebih dahulu melalui sepakan keras Radika Wahyu.
Tertinggal satu gol menyengat armada Maestro Solo FC untuk keluar menyerang. Hasilnya, Derik Cristianto sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang klub asal Tuban tersebut.
Baca Juga: Syuting Full IMAX, The Odyssey Disebut Proyek Christoper Nolan Paling Mahal
Efek Instan Pemain Baru Elano vs Risiko Power Play Maestro
Petaka bagi tuan rumah nyaris terjadi saat pelatih kepala Maestro Solo FC menginstruksikan strategi power play guna memburu gol kemenangan. Alih-alih membalikkan keadaan, aliran bola yang terputus justru berhasil dikonversi oleh pemain Elano FC, Luthfi, menjadi gol mudah ke gawang Maestro yang sudah melongpong ditinggal kipernya. Skor berubah 2-1 untuk keunggulan Elano.
Kemenangan yang sudah di depan mata Elano FC akhirnya buyar di menit-menit akhir laga. Melalui skema serangan balik yang rapi, Safari Ramadhan berhasil melesakkan gol penyeimbang kedudukan menjadi 2-2, sekaligus menyelamatkan muka Maestro Solo FC dari kekalahan di laga kandang.
Statistik Pertandingan PFL2 2026 (Kamis, 21/5):
Saling Lempar Pujian dan Catatan Evaluasi Kedua Tim
Usai pertandingan, Asisten Pelatih Elano FC Tuban, Agus Himawan, mengaku puas meski timnya gagal mengamankan poin penuh. Baginya, mencuri satu poin dari kandang Maestro Solo merupakan modal berharga bagi mental bertanding anak asuhnya ke depan.
Baca Juga: Menjajal Sate Kuda Bu Endang Polokarto: Kuliner Unik Pembakar Stamina di Jalur Solo–Karanganyar
"Intensitas pertandingan sangat tinggi, inilah kompetisi Liga 2 futsal sesungguhnya. Apa pun bisa terjadi dan satu poin ini sangat penting untuk kami menapak ke depan," papar Agus.
Nada optimistis juga dilontarkan pemain Elano FC, Muhammad Ramadhan, yang menilai hadirnya amunisi pemain baru di putaran kedua ini sukses mendongkrak performa tim untuk membidik target final four.
Di kubu tuan rumah, Pelatih Kepala Maestro Solo FC, Fandy Frima Butarbutar, memilih untuk tetap bersyukur di tengah banyaknya pekerjaan rumah (PR) taktis yang harus segera ia benahi sebelum laga berikutnya.
“Anak-anak sudah berjuang sampai detik akhir. Banyak hal positif yang bisa saya ambil, dan tentu masih banyak evaluasi yang harus diperbaiki, terutama fokus meredam serangan balik lawan,” pungkas Fandy. (atn/an)