BARCELONA, SOLOBALAPAN.COM – Persaingan internal Aprilia dipastikan kembali menjadi sorotan pada seri MotoGP Catalunya akhir pekan ini.
Setelah tampil dominan di Le Mans pekan lalu, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi kini diprediksi kembali terlibat duel panas dalam perebutan podium sekaligus klasemen sementara.
Baca Juga: Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Deretan Artis hingga Anggota DPR Ramai Beri Simpati
Aprilia datang ke Sirkuit Barcelona-Catalunya dengan kepercayaan diri tinggi usai mencatat hasil sempurna di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Minggu (11/5).
Pabrikan asal Noale itu sukses menyapu bersih podium melalui Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura.
Hasil impresif tersebut semakin menegaskan status Aprilia sebagai kekuatan baru di MotoGP musim ini.
Saat ini Bezzecchi masih memimpin klasemen sementara dengan koleksi 128 poin. Namun keunggulannya sangat tipis karena Jorge Martin terus membayangi hanya terpaut satu angka.
Sementara itu, Fabio Di Giannantonio dari VR46 Ducati yang berada di posisi ketiga sudah tertinggal lebih dari 40 poin.
Situasi itu membuat perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 mulai mengarah pada duel sesama pembalap Aprilia. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai timnya kini menjadi motor yang paling kompetitif di lintasan.
Baca Juga: Persela Lamongan Bergerak Cepat Sambut Championship 2026/2027, Bima Sakti Dipertahankan
“Menurut saya Aprilia adalah motor yang harus dikalahkan saat ini,” ujar Rivola seperti dikutip dari GPOne.
Meski begitu, Rivola mengingatkan bahwa persaingan musim ini masih panjang. Ia menyebut sejumlah pembalap lain seperti Pedro Acosta dan Fabio Di Giannantonio tetap berpotensi memberi kejutan.
Persaingan sengit Martin dan Bezzecchi sejauh ini juga disebut tetap berjalan sehat. Rivola memuji profesionalisme kedua pembalapnya yang mampu menjaga hubungan baik meski sama-sama memburu gelar dunia.
“Saya rasa mereka saling menghormati. Kami punya dua pembalap yang bukan hanya cepat, tetapi juga sangat profesional,” katanya.
Aprilia sendiri memiliki aturan internal yang disebut “Black Rules”, yakni prinsip menjaga rasa hormat antar-rekan setim.
“Satu-satunya aturan kami adalah rasa hormat. Ketika rasa hormat hilang di antara dua pembalap, itu akan langsung terlihat,” lanjut Rivola.
Meski sedang berada di atas angin, Aprilia dipastikan tak akan mudah menaklukkan Catalunya. Karakter lintasan Montmelo dikenal memiliki grip rendah sehingga pembalap harus cermat menjaga performa ban belakang sepanjang balapan.
Kondisi itu membuka peluang bagi pembalap Gresini Ducati, Alex Marquez, untuk ikut bersaing di barisan depan. Rider asal Cervera tersebut dikenal sangat kuat di tikungan panjang Catalunya dan memiliki kemampuan menjaga ban dengan baik.
Alex juga punya catatan apik di Barcelona. Tahun lalu ia tampil impresif di sirkuit tersebut, sementara sebelumnya pernah meraih kemenangan saat masih tampil di Moto3 dan Moto2.
“Senang rasanya balapan di Barcelona lebih cepat tahun ini sehingga bisa menebus hasil balapan sebelumnya,” ujar Alex Marquez.
Baca Juga: Rudolf Puspa Hadirkan Horor Sunyi Lewat Film “DOSA”
Dengan kondisi persaingan klasemen yang semakin ketat, MotoGP Catalunya akhir pekan ini diprediksi bakal menjadi salah satu balapan paling panas musim ini.
Duel sesama rider Aprilia hingga ancaman dari Ducati diyakini membuat perebutan podium berlangsung sengit sejak lap pertama. (jp/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto