Marc Marquez Belum Juga Naik Podium, Ducati Hilang Arah atau Masih Punya Nyali Beri Pembuktian?

Laila Zakiya • Dipublikasikan Rabu, 22 April 2026 | 10:36 WIB
Marc marquez mendapat gaji yan paling tinggi di MotoGP.
Marc marquez mendapat gaji yan paling tinggi di MotoGP.

 

SOLOBALAPAN.COM - Awal musim MotoGP 2026 menghadirkan kejutan besar. Ducati yang selama beberapa musim dikenal dominan justru belum menunjukkan taring penuh, sementara Marc Marquez masih kesulitan kembali ke podium balapan utama.

Setelah tiga seri pembuka, Marc Marquez memang sempat meraih podium di sesi Sprint MotoGP Thailand dan Brasil. Namun untuk balapan Grand Prix utama, The Baby Alien belum juga menembus tiga besar.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Ducati mulai kehilangan arah, atau justru sedang menyiapkan kebangkitan besar?

Mantan pembalap MotoGP, Alex Criville, menilai persaingan musim ini jauh lebih ketat dibanding musim sebelumnya. Menurutnya, Ducati kini tak lagi bisa mendominasi seperti dulu.

"Tahun ini terbukti sangat menarik, musim yang sangat ketat," ucap Alex Criville dikutip dari Motosan.

"Tahun lalu Marc Marquez mendominasi dengan penuh percaya diri, mengamankan gelar juara dunia dengan lima Grand Prix tersisa."

"Namun, saya merasa musim ini akan jauh lebih ketat," sambungnya.

Baca Juga: Tari Sesaji: Panjatkan Doa Lewat Media Gerak

Criville menilai Aprilia telah berkembang pesat, sementara KTM juga semakin kompetitif bersama Pedro Acosta.

"Ducati tidak lagi dominan seperti tahun-tahun sebelumnya; ini bukan lagi Piala Ducati seperti dulu," kata Criville.

"Dan Aprilia telah mengambil langkah maju yang sangat penting, dengan Marco Bezzecchi yang sangat nyaman dengan motor itu."

Di klasemen konstruktor sementara, Ducati kini berada di posisi kedua dengan 69 poin, tertinggal 32 angka dari Aprilia.

Jarak ini menjadi sinyal bahwa pabrikan Borgo Panigale tengah menghadapi tekanan nyata.

Selain faktor kompetitor yang meningkat, kondisi Marc Marquez juga dinilai belum sepenuhnya pulih. Cedera bahu yang dialami di akhir musim lalu disebut masih berpengaruh terhadap performanya.

CEO Ducati Claudio Domenicali pun angkat bicara soal kondisi pembalap andalannya itu.

"Saya pikir ini juga dipengaruhi kondisi fisik Marc (Marquez) yang belum sempurna. Misalnya, karena ia baru pulih dari cedera, tetapi mungkin belum 100%. Hal ini berkontribusi, setidaknya sebagian," kata Claudio Domenicali, dikutip dari Motosan, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Terkendala Lahan, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Mandek—Perencanaan Dipertanyakan

Meski begitu, Ducati belum menyerah. Seri MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez pada 24–26 April diyakini bisa menjadi titik balik. Jerez dikenal sebagai salah satu trek yang sangat bersahabat bagi Ducati maupun Marc Marquez.

Marc tercatat pernah menang di Jerez pada musim 2014, 2018, dan 2019. Karena itu, Ducati optimistis balapan kembali ke Eropa bisa mengubah situasi.

"Kembalinya balapan ke Eropa akan mengubah keadaan. Sekarang kami kembali ke sirkuit yang lebih familiar, dan kita akan melihat berapa angka pastinya," ujar Claudio.

Manajer Tim Ducati Davide Tardozzi juga mengakui timnya tengah mencari solusi atas berbagai masalah teknis yang muncul di awal musim.

"Kami tahu masalah yang kami hadapi dan kami sedang mencari cara untuk menyelesaikannya," kata Tardozzi seperti dilansir dari Motorsport.

Sementara itu, Aprilia datang ke Jerez dengan modal empat kemenangan Grand Prix beruntun. Marco Bezzecchi dan Jorge Martin sukses menjadikan RS-GP 2026 sebagai motor paling menakutkan saat ini.

Karena itu, MotoGP Spanyol akan menjadi panggung pembuktian besar. Jika Ducati dan Marc Marquez bangkit di Jerez, maka kritik soal kehilangan arah bisa ditepis. Namun jika kembali gagal podium, tekanan terhadap tim merah Italia itu dipastikan semakin besar.

Kini semua mata tertuju pada Marc Marquez dan Ducati: apakah masih punya nyali memberi jawaban, atau benar-benar mulai goyah di tengah kebangkitan rival? (lz)

Editor : Laila Zakiya
Sumber : Solo Balapan
ducati marc marquez podium MotoGP 2026