SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Maestro Solo FC mulai mematangkan persiapan menghadapi kompetisi futsal PFL 2 musim 2025/2026.
Sebagai tim baru dengan mayoritas pemain anyar, fokus utama tidak diarahkan pada hasil instan, melainkan pada proses pembentukan permainan secara bertahap.
Pelatih Maestro Solo FC, Fandy Frima Butarbutar, mengungkapkan timnya telah kembali berkumpul sejak 25 Maret 2026. Momentum tersebut menjadi awal untuk menyatukan seluruh elemen tim sebelum memasuki fase latihan intensif.
“Alhamdulillah kita sudah kembali melakukan persiapan dari berkumpul tanggal 25 dan mulai latihan perdana tanggal 26 Maret,” ujar Fandy saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026).
Dalam proses pembentukan skuad, manajemen bersama tim pelatih bergerak cepat. Setelah melalui tahapan seleksi di berbagai daerah, Maestro Solo FC akhirnya mengunci komposisi tim dengan total 18 pemain yang resmi dikontrak.
Komposisi ini menjadi dasar bagi tim pelatih dalam menyusun program latihan. Dengan skuad yang sudah final, fokus kini beralih pada penyatuan visi bermain agar seluruh pemain memiliki pemahaman yang sama di lapangan.
“Kita sudah menemukan 18 pemain dan sudah dikontrak. Persiapan terus dilakukan, termasuk menyiapkan agenda uji coba di awal April di Surabaya,” jelasnya.
Sebagai tim yang dihuni mayoritas pemain baru, tantangan terbesar terletak pada proses adaptasi. Baik dari sisi teknis maupun non-teknis, seluruh aspek harus dibangun dari awal. Karena itu, program latihan dirancang secara menyeluruh.
Fandy menegaskan, peningkatan kondisi fisik, pematangan taktik, serta pembentukan chemistry antarpemain menjadi fokus utama dalam masa persiapan ini. Ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan dalam waktu yang relatif singkat.
“Semuanya kita siapkan. Dengan mayoritas pemain baru, kita terus dorong agar bisa bersaing, terutama dalam pemahaman pengambilan keputusan taktik,” tambahnya.
Menurutnya, pengambilan keputusan di lapangan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada pemahaman kolektif dalam membaca situasi permainan. Hal ini menjadi kunci dalam membangun kekuatan tim.
Selain itu, tim pelatih mulai merancang skema permainan yang sesuai dengan karakter pemain. Pendekatan ini diharapkan mampu memaksimalkan potensi masing-masing individu sehingga tim bisa tampil lebih efektif saat kompetisi berlangsung.
Meski waktu persiapan tergolong singkat, Maestro Solo FC berupaya memaksimalkan setiap sesi latihan. Proses ini diharapkan mampu mempercepat terbentuknya identitas permainan tim sebelum kompetisi dimulai.
Dengan kombinasi program latihan intensif dan agenda uji coba, Maestro Solo FC menatap PFL 2 musim 2025/2026 dengan optimisme. Meski tanpa target instan, progres tim menjadi indikator utama dalam perjalanan mereka musim ini. (hj/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto