Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Masih Jadi Jagoan di MotoGP 2026, Ini 1 Hal yang Kurang dari Marc Marquez di Pertandingan Tahun Ini

Laila Zakiya • Kamis, 26 Maret 2026 | 17:57 WIB

Marc marquez mendapat gaji yan paling tinggi di MotoGP.
Marc marquez mendapat gaji yan paling tinggi di MotoGP.

SOLOBALAPAN.COM - Performa Marc Marquez di awal musim MotoGP 2026 masih menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pembalap elite dunia.

Meski belum mendominasi sepenuhnya, rider Ducati ini tetap mampu bersaing di papan atas.

Namun di balik performa impresif tersebut, Marquez secara terbuka mengakui masih memiliki satu kelemahan krusial yang menjadi pekerjaan rumah besar musim ini.

Start Jadi Titik Lemah Marc Marquez

Meski tampil kompetitif hingga akhir balapan, Marquez mengungkap bahwa masalah utama yang ia hadapi ada di fase awal lomba.

"Aku masih kurang di lap pertama, hanya itu. aku belum merasa enak dan aspek itulah yang harus aku perbaiki," katanya.

Kelemahan ini membuatnya kehilangan banyak waktu sejak awal. Bahkan, selisih dengan pembalap terdepan sebagian besar terjadi di lap-lap pembuka.

Hal serupa juga diakui terkait kurangnya kenyamanan saat memulai balapan.

"Saya kehilangan feeling di putaran awal, hanya ini," pungkasnya.

Dampak Besar di MotoGP Brasil 2026

Kekurangan tersebut terlihat jelas dalam balapan di Brasil. Marquez harus puas finis di posisi empat, kalah bersaing dari para rivalnya.

Balapan tersebut dimenangkan oleh Marco Bezzecchi yang tampil dominan bersama Jorge Martin. Keduanya bahkan sukses mengamankan posisi satu dan dua.

Dominasi ini membuat Aprilia Racing menjadi sorotan setelah mampu mengungguli Ducati di awal musim.

“Saya terkejut melihat Marco Bezzecchi dan Jorge Martín untuk pertama kalinya berada di dua posisi teratas klasemen, bukan pada performa motornya,” kata Max Biaggi,

Sempat Kehilangan Posisi dan Ritme

Masalah di awal balapan membuat Marquez kehilangan posisi penting di lintasan.

Ia sempat disalip dan tertahan di belakang rival, sehingga sulit mengembangkan ritme.

Saat berduel dengan Fabio Di Giannantonio, Marquez tidak selalu mampu mempertahankan keunggulan seperti saat Sprint Race.

Kondisi lintasan juga menjadi tantangan tersendiri yang memperparah situasi.

Bangkit di Akhir, Tapi Terlambat

Menariknya, performa Marquez justru meningkat drastis di akhir balapan.

Ia mampu mencatatkan lap terbaik pada putaran terakhir dan terlibat duel sengit.

Namun, peningkatan tersebut datang terlambat untuk mengejar kemenangan.

"Kami tidak jauh dari para rider terdepan. Ada beberapa area yang harus diperbaiki," ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan pace Marquez masih kompetitif, hanya saja kehilangan waktu di awal menjadi faktor penentu.

Persaingan Makin Ketat di MotoGP 2026

Awal musim 2026 juga diwarnai meningkatnya persaingan, terutama dari tim Aprilia yang mulai menyaingi dominasi Ducati.

“Ini bisa jadi pertama kalinya di kelas utama ada pertarungan antara dua pabrikan Italia, karena sebelumnya Ducati menang dengan mudah,” ujar mantan rival Valentino Rossi.

Situasi ini membuat peluang Marquez untuk meraih kemenangan semakin menantang jika tidak segera memperbaiki kekurangannya.

Evaluasi Marquez: Masih Positif

Meski belum meraih hasil maksimal di beberapa seri, Marquez tetap melihat performanya secara positif.

"Sayangnya, saya tidak memiliki kecepatan untuk tetap berada di depan hari ini, tetapi secara keseluruhan itu adalah akhir pekan yang positif."

Dengan jadwal balapan yang masih panjang, peluang untuk memperbaiki performa tetap terbuka lebar.

Marc Marquez mungkin masih menjadi salah satu “jagoan” di MotoGP 2026. Namun, satu hal kecil di awal balapan terbukti berdampak besar pada hasil akhir.

Jika mampu memperbaiki start dan menemukan kembali “feeling” di lap pertama, bukan tidak mungkin Marquez kembali mendominasi lintasan seperti masa kejayaannya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#balapan #marc marquez #MotoGP 2026