SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Nama pevoli putri kebanggaan Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, kembali memanaskan bursa transfer Liga Voli Korea Selatan (V-League).
"Megatron" kini menjadi komoditi panas yang paling dicari jelang penerapan regulasi baru kuota pemain Asia.
Rumor kembalinya Megawati berembus kencang di tengah keterpurukan mantan timnya, Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Tim yang musim lalu sukses menembus playoff dan nyaris juara itu kini harus rela tenggelam sebagai juru kunci klasemen.
Nestapa Red Sparks Tanpa Megatron
Penampilan Red Sparks musim ini terbilang sangat mengenaskan.
Baca Juga: Proliga 2026 Resmi Bergulir, Megawati Jadi Tumpuan Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar
Dari 26 pertandingan yang sudah dilakoni, skuad asuhan pelatih Ko Hee-jin itu hanya mampu memetik 6 kemenangan.
Bahkan, mereka menelan pil pahit tak pernah menang dalam 11 laga beruntun!
Perubahan susunan pemain yang masif menjadi biang kerok anjloknya performa Red Sparks.
Selain ditinggal Megawati, mereka juga kehilangan rekan duetnya, Vanja Bukilic, serta outside hitter veteran Pyo Seoung-ju.
Badai cedera yang menimpa kapten Yeum Hye-seon dan Wipawee Srithong semakin memperparah keadaan.
Sistem Bebas Agen dan Jalur Kedekatan
Melansir laporan media Korea Selatan, Yonhap News Agency, Kamis (19/2/2026), Red Sparks dituntut untuk segera memikirkan proyeksi musim 2026-2027.
Apalagi, pemilihan pemain kuota Asia akan diubah menjadi sistem bebas agen (free agent).
"Klub (Red Sparks) menaruh harapan pada kembalinya 'superstar' Mega, yang mana mereka jaga hubungan baiknya," tulis Yonhap.
Kedekatan emosional memang menjadi senjata utama Red Sparks.
Pelatih Ko Hee-jin diketahui menyempatkan diri terbang ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan Megawati dan atlet renang sirip, Dio Novandra Wibawa, pada Juli 2025 lalu.
Komunikasi via panggilan video pun masih sering terjalin.
Ancaman dari Klub Raksasa Ibu Kota
Namun, asa Red Sparks untuk memulangkan Megawati tak akan berjalan mulus.
Yonhap membocorkan bahwa klub-klub papan atas dari kawasan ibu kota (Seoul dan sekitarnya) telah bermanuver melakukan negosiasi di balik layar dengan andalan Jakarta Pertamina Enduro tersebut.
Di kawasan metropolitan tersebut, bercokol empat tim kuat: GS Caltex Seoul KIXX, Hwaseong IBK Altos, Suwon Hyundai E&C Hillstate, dan Heungkuk Life Pink Spiders.
Nama Pink Spiders menjadi sorotan utama.
Selain berstatus sebagai klub paling sukses, tim ini juga dibela oleh legenda voli Korea, Kim Yeon-koung, yang tak lain adalah idola Megawati.
Di sisi lain, Hyundai Hillstate juga memiliki rekam jejak mentereng sebagai langganan papan atas dan kampiun musim 2023-2024.
Dengan gaji pemain kuota Asia yang sebelumnya dipatok 150 ribu dolar AS (sekitar Rp 2,5 miliar) per tahun—angka yang dinilai terlalu murah untuk kontribusi masif seorang Megawati—sistem bebas agen musim depan dipastikan akan membuat nilai tawar sang Megatron melonjak tajam.
Kini, patut dinantikan ke mana Megawati akan berlabuh jika memutuskan kembali merantau ke Negeri Ginseng. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo