SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Euforia final Piala Asia Futsal 2026 mungkin telah berlalu beberapa hari, namun luka mendalam masih dirasakan oleh pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto.
Skuad Garuda harus puas menjadi runner-up setelah kalah dramatis dari Iran melalui babak adu penalti di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Selasa (10/2/2026), pelatih asal Spanyol tersebut menumpahkan isi hatinya.
Meski publik Tanah Air bangga dengan pencapaian bersejarah ini, Souto justru merasa sebaliknya.
"Masih terasa sakit," tulis Souto mengawali curhatannya. Ia mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa gelar juara yang sudah di depan mata harus melayang begitu saja.
Baca Juga: Sejarah Baru! Timnas Futsal Indonesia Tembus Final AFC Asian Cup 2026, Thailand dan Jepang Takluk!
Drama Pertandingan yang Menguras Emosi
Penyesalan Souto cukup beralasan. Pertandingan final tersebut berjalan sangat ketat bak roller coaster emosi bagi para pendukung Indonesia.
Skuad Garuda sempat memimpin, namun Iran yang bermental juara mampu memaksakan hasil imbang hingga babak tambahan waktu.
Berikut adalah kronologi dramatis skor pertandingan final Indonesia vs Iran:
-
Awal Laga: Indonesia tertinggal gol cepat, namun bangkit membalikkan keadaan menjadi 3-1.
-
Waktu Normal: Iran menyamakan kedudukan menjadi 3-3, lalu 4-4 hingga peluit akhir babak kedua dibunyikan.
-
Extra Time: Indonesia unggul 5-4 saat waktu menyisakan dua menit. Tragisnya, Iran menyamakan skor 5-5 saat laga tersisa satu menit.
-
Adu Penalti: Indonesia harus mengakui keunggulan Iran dengan skor 4-5.
"Saya masih tidak percaya sejauh apa kita telah melangkah dengan begitu kuat. Namun, saya juga belum bisa memaafkan diri karena membiarkan sebuah final yang sudah ada di tangan kita terlepas," ungkap pelatih kelahiran Chantada tersebut.
Momentum Menuju Piala Dunia 2028
Meskipun Souto merasa gagal, pencapaian ini tetap menjadi tinta emas dalam sejarah futsal Indonesia.
Sejak debut di ajang ini pada 2002, menembus partai final tahun 2026 adalah prestasi terbaik yang pernah diraih Timnas Futsal.
Souto tidak ingin larut dalam kesedihan terlalu lama.
Ia bertekad menjadikan momentum ini sebagai batu loncatan untuk menaikkan level futsal Indonesia ke panggung yang lebih tinggi, yakni Piala Dunia Futsal 2028.
"Walaupun banyak yang memberi selamat, di dalam pikiran saya masih terasa bahwa kita seharusnya bisa melakukannya. Bahwa Indonesia pantas mendapatkannya," ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa futsal Indonesia memiliki masa depan cerah jika dikelola dengan visi dan keberanian yang tepat.
"Kami ingin membawa kebahagiaan untuk seluruh negeri dan membuktikan bahwa futsal adalah olahraga masa depan," pungkas juru taktik berusia 44 tahun tersebut. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo