SOLOBALAPAN.COM — Popsivo Polwan mengawali musim Proliga 2026 dengan hasil positif mengandaskan Medan Falcon 3-0 (25-20, 25-19, 25-14). Namun kemenangan di laga pembuka tak membuat tim asal Jakarta itu larut dalam euforia.
Pelatih Popsivo Polwan, Darko Dobreskov , menegaskan kemenangan tidak pernah bisa ditentukan di atas kertas, meski timnya dinilai memiliki keunggulan individu.
“Kami mungkin sedikit lebih unggul secara individu, tetapi itu tidak menjamin apa pun. Kemenangan tetap harus ditentukan di lapangan,” tegas Darko usai pertandingan seperti dikutip dari Pontianak Pos.
Menurutnya, tensi pertandingan berjalan cukup tinggi lantaran laga tersebut menjadi pembuka musim bagi kedua tim. Situasi itu membuat permainan berlangsung ketat, terutama di awal pertandingan, sebelum Popsivo Polwan mampu mengendalikan ritme.
Usai meraih kemenangan, Darko menyebut fokus tim langsung diarahkan ke laga berikutnya. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk menyusun strategi berdasarkan materi pertandingan musim lalu.
“Setiap pertandingan memberi pelajaran. Kami akan evaluasi dan menyiapkan strategi yang lebih baik untuk laga selanjutnya,” ujarnya.
Sementara itu, pemain Popsivo Polwan, Gendis, menilai persiapan timnya kali ini sudah lebih matang dibandingkan musim sebelumnya. Kendati demikian, ia mengakui masih banyak aspek permainan yang perlu dibenahi.
“Kami masih punya banyak hal untuk dievaluasi. Dari pertandingan ini terlihat apa saja yang harus diperbaiki supaya ke depan kami bisa tampil lebih baik,” kata Gendis.
Baca Juga: Menolak Degradasi! PSIS Semarang Rekrut 14 Pemain Sekaligus di Paruh Musim, Siapa Saja Daftarnya?
Di kubu Medan Falcons, pelatih tim mengakui anak asuhnya sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan, terutama pada dua set awal.
Namun, banyaknya kesalahan sendiri—terutama di poin-poin krusial—membuat momentum beralih ke Popsivo Polwan.
Hasil ini menjadi modal awal bagi Popsivo Polwan untuk menatap laga-laga berikutnya, sementara Medan Falcons dituntut segera berbenah agar tidak kembali terpeleset di pertandingan selanjutnya. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto