SOLOBALAPAN.COM - Marc Marquez kembali menjadi sorotan setelah membuka peluang mengenai masa depannya di MotoGP 2027.
Sang juara dunia MotoGP 2025 itu mengaku belum ingin mengambil keputusan terburu-buru, termasuk soal kemungkinan kembali ke Honda—tim yang membesarkan namanya selama bertahun-tahun.
Rumor “Cinta Lama Bersemi Kembali” antara Marquez dan Honda memang terus berembus.
Bukan tanpa alasan, keduanya memiliki sejarah panjang, penuh gelar, dan menjadi salah satu kombinasi paling dominan dalam sejarah MotoGP.
Namun bagi Marquez, keputusan besar tidak boleh diambil saat dirinya masih dalam kondisi cedera.
"Ini lebih soal teori daripada praktek," ujarnya, dilansir dari Crash.
"Saya tak mau membuat keputusan sembari masih cedera atau tidak sedang memegang sepeda motor..."
Cedera yang dialami Marquez pada seri Indonesia membuatnya harus mengakhiri musim lebih cepat.
Ia bahkan tidak ikut serta dalam tes Valencia, padahal momentum tersebut sering menjadi acuan penting bagi banyak pembalap untuk menilai motor dan arah pengembangan tim.
Meski demikian, Marquez merasa berada dalam tren positif setelah kembali ke puncak bersama Ducati pada musim 2025.
"Saya sedang dalam tren yang bagus. Saya bisa kembali ke puncak..."
"Ini adalah saatnya bagi saya untuk memikirkan keputusan terbaik, saya harus memikirkan diri saya sendiri."
MotoGP 2027 Belum Punya Motor Paling Kompetitif?
Menariknya, Marquez justru menilai belum ada satu pun tim yang mampu menjamin motor terbaik untuk musim 2027.
"Pada musim 2027, belum ada tim yang bisa memberi garansi sepeda motor terbaik."
"Semua baru bisa difinalisasi kalau sudah melakukan tes."
"Anda harus percaya pada insting Anda sendiri. Itu akan menjadi tahun di mana semua hal bisa saja terjadi..."
Komentarnya membuat bursa transfer kian panas, terutama karena Honda disebut sebagai salah satu kandidat destinasi Marquez jika ia memilih hengkang dari Ducati.
Bukan Hanya Soal Honda—Marquez Juga Punya Impian untuk Bagnaia
Selain masa depannya, Marquez juga berbicara mengenai rekannya di Ducati, Francesco “Pecco” Bagnaia, yang tampil kurang maksimal sepanjang 2025.
Bagnaia finis kelima klasemen dengan 288 poin dan gagal tampil konsisten di lima balapan terakhir.
Marquez justru berharap Bagnaia bisa bangkit dan menunjukkan versi terbaiknya pada musim depan.
"Kami butuh Pecco kembali ke performa terbaiknya, karena dia sangat sensitif dengan motor dan bisa banyak membantu di masa depan," ujarnya kepada Marca.
Menurutnya, Bagnaia adalah salah satu pembalap dengan kecepatan dan kemampuan teknis luar biasa, asalkan kondisinya mendukung.
"Buat saya, kecepatan Pecco tak bisa disangkal; dia memperlihatkan itu pada balapan-balapan seperti Motegi, di mana dia mencetak 37 poin. Saya ada di sana, tapi saya tak bisa mengejarnya sama sekali."
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Marquez tidak hanya memikirkan karier pribadinya, tetapi juga arah perkembangan Ducati secara keseluruhan.
Ia memahami bahwa Bagnaia memiliki peran besar dalam pengembangan motor—dan sebagai rekan setim, Marquez merasakan betapa pentingnya performa Pecco untuk tim.
Baca Juga: Sudah Tayang! Cek Sinopsis Agak Laen 2 Menyala Pantiku, Misi Gila 4 Sekawan Menyusup ke Panti Jompo
Peluang CLBK dengan Honda Tetap Terbuka
Walau belum memberikan jawaban pasti, komentar-komentar Marquez menunjukkan bahwa pintu kembali ke Honda belum tertutup.
Dengan pengembangan besar-besaran yang dilakukan Honda untuk menembus kembali papan atas MotoGP, reuni Marquez-Honda bisa menjadi salah satu skenario paling ditunggu di musim 2027.
Namun, dengan kondisi cedera yang belum pulih sepenuhnya dan situasi kompetitif yang belum stabil untuk musim tersebut, Marquez memilih untuk menunggu momen yang tepat sebelum mengambil keputusan final.
Yang pasti, masa depannya kini menjadi salah satu topik paling panas di paddock MotoGP—dan para penggemar harus bersabar menunggu ke mana The Baby Alien akan berlabuh. (lz)
Editor : Laila Zakiya