SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Untuk kali kedua, SMAN 1 Klaten mencatat kemenangan di ajang Honda Developmental Basketball League (DBL) with Kopi Good Day 2025 Central Java Series–South.
Bertanding di Sritex Arena, Kamis (18/9) siang, mereka sukses menundukkan SMAN 2 Purbalingga dengan skor 27-16.
Meski meraih hasil manis, para roster SMAN 1 Klaten memilih tetap rendah hati. Mereka berpegang pada prinsip untuk selalu menempatkan diri seolah berada di posisi terbawah.
“Seperti yang coach selalu bilang, kami harus menempatkan diri di paling bawah, dianggap bukan unggulan. Jadi tidak ada ruang untuk dijegal orang lain. Menang seperti ini pun akan segera kami lupakan. Fokus kami ke pertandingan berikutnya,” ujar Astha Mrishqa Putra, salah satu roster SMAN 1 Klaten.
Persembahan untuk Orang Tua
Bagi Astha, kemenangan ini terasa lebih spesial. Pemain yang mencetak delapan poin, tiga rebound, dan satu steal itu mengaku sempat tidak mendapat izin dari orang tua untuk bermain di DBL.
Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan di Barbershop Sragen, Diduga Sudah 3 Hari Meninggal
“Sebenarnya sebelum DBL saya tidak diizinkan main. Tahun ini awalnya juga belum boleh. Tapi teman-teman mendukung penuh, akhirnya orang tua memberi izin. Jadi kemenangan ini saya persembahkan untuk orang yang sudah support dan sayang sama saya,” tuturnya.
Dengan kemenangan kedua ini, SMAN 1 Klaten dipastikan mengamankan satu slot di babak playoffs Honda DBL 2025 Central Java Series–South.
Evaluasi dan Persiapan Playoffs
Head Coach SMAN 1 Klaten, FX Risang Anugrah Gusti, memberikan apresiasi pada penampilan anak asuhnya.
“Hari ini saya suka anak-anak main, hustle-nya dapat, defense oke. Tapi ada momen mereka hilang fokus, tidak sesuai konsep yang dilatih. Untungnya, mereka bisa memperbaiki dan mempertahankan keunggulan sampai akhir,” ungkapnya.
Menjelang playoffs, Risang mengaku akan memaksimalkan persiapan, terutama dalam meningkatkan pemahaman situasional game.
“Kami akan tambah latihan. Anak-anak masih kurang dalam situasional game. Kapan harus delay bola, kapan menyerang, kapan hold, kapan defend. Itu semua butuh jam terbang, dan itu yang akan terus kami benahi,” pungkasnya. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto