SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Ajang Honda DBL with Kopi Good Day Central Java Series-South 2025 bukan hanya menjadi panggung adu strategi dan kemampuan para pebasket pelajar, tetapi juga ajang unjuk kreativitas para suporter sekolah di Solo Raya.
Sejak hari pertama, atmosfer Sritex Arena sudah memanas. Ribuan pelajar dari berbagai sekolah hadir untuk mendukung tim kebanggaan mereka.
Tak hanya dengan teriakan dan nyanyian, para suporter tampil total dengan koreografi megah yang memukau penonton.
Suporter dari SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, SMAN 1 Surakarta, SMA Batik 1 Surakarta, SMAN 3 Surakarta, hingga SMA PL Santo Yosef bergantian menunjukkan kreativitas mereka dengan koreografi atraktif yang menggetarkan arena.
Puncak kemeriahan terjadi pada hari kedua, Rabu (17/9). Saat laga antara SMAN 5 Surakarta melawan SMA Pelita Nusantara Kasih (PNK) Surakarta, tribun pecah oleh aksi spektakuler Ultras Smaliska, kelompok suporter SMAN 5 Surakarta.
Di kuarter ketiga, mereka membentangkan koreo raksasa bergambar singa kekar dengan rantai besi terputus, simbol semangat yang lepas dari belenggu. Sorak-sorai menggema, menyalakan kembali api juang para pemain.
Baca Juga: Kapan Pendaftaran Seleksi CPNS 2025 Dibuka? Begini Cara Daftar Jadi CASN
“Koreo ini menggambarkan singa yang lepas dari penjara. Soalnya Ultras Smaliska memang sudah vakum dua tahun,” ujar Ketua Divisi Kreatif Ultras Smaliska, Samuel Phatmos Natanael, kepada Radar Solo.
Di dada singa raksasa itu, terpampang angka 1955 sebagai penanda tahun berdirinya SMAN 5 Surakarta. Logo sekolah juga ditampilkan di sudut koreografi sebagai bentuk identitas.
“1955 itu tahun berdirinya sekolah kami. Identitas kami lebih ke warna hijau. Kalau coklat itu lebih menggambarkan warna tembok saja,” tambah Ketua Ultras Smaliska, Elvin Kybdra Juanito Hutapea.
Yang lebih mengesankan, koreo megah tersebut hanya dipersiapkan dalam waktu satu bulan. Dengan semangat gotong royong, mereka sukses menuntaskan karya spektakuler itu di sekolah.
“Memang waktunya mepet, tapi kuncinya kami solid,” tegas Elvin.
Tak tanggung-tanggung, sekitar 500 pelajar SMAN 5 Surakarta dikerahkan ke Sritex Arena. Mereka menyuntikkan semangat melalui sorakan, dentuman drum, dan nyanyian yang tak henti menggema sepanjang pertandingan.
Meski demikian, hasil di lapangan tak berpihak pada Smaliska. Tim putra SMAN 5 Surakarta harus mengakui keunggulan SMA PNK Surakarta dengan skor telak 48-16.
Namun, semangat para suporter membuktikan bahwa Honda DBL bukan sekadar ajang basket, melainkan juga panggung kreativitas dan loyalitas pelajar Solo Raya. (nis/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto