Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sama-sama Tim Ducati, Kekalahan Bagnaia di MotoGP 2025 Bukan Salah Marc Marquez? Sohib Rossi Bilang Begini

Laila Zakiya • Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:35 WIB

 

Tim Ducati: Marc Marquez dan Francesco Pecco Bagnaia di MotoGP Austria 2025.
Tim Ducati: Marc Marquez dan Francesco Pecco Bagnaia di MotoGP Austria 2025.

SOLOBALAPAN.COM - MotoGP Hungaria 2025 di Sirkuit Balaton Park menghadirkan dua kisah kontras dari tim Ducati Lenovo.

Marc Marquez tampil gemilang dengan menyapu bersih sprint race dan balapan utama.

Sementara itu, rekan setimnya, Francesco Bagnaia, justru terpuruk dengan hasil yang jauh dari ekspektasi.

Nestapa Bagnaia pun memunculkan tanda tanya besar. Apakah performa cemerlang Marquez membuat sang juara dunia dua kali itu semakin tertekan?

Sahabat dekat Valentino Rossi, Alessio ‘Uccio’ Salucci, punya pendapat berbeda.

Bagnaia Sulit Keluar dari Tekanan

Hasil MotoGP Hungaria 2025 benar-benar menjadi pukulan telak bagi Bagnaia.

Dari practice hingga balapan utama, murid kebanggaan Rossi itu tidak bisa menemukan ritme.

Kesulitan Bagnaia dimulai sejak sesi practice, di mana ia gagal mencatat waktu lap yang kompetitif hingga terperangkap di Q1. Alhasil, Bagnaia hanya mampu start dari posisi ke-15.

Sprint race juga tidak membawa perubahan signifikan, karena ia finis di urutan ke-13.

Pada balapan utama, pembalap Italia berusia 28 tahun itu hanya mampu menyelesaikan lomba di posisi kesembilan.

Di sisi lain, Marc Marquez justru mendominasi penuh dan keluar sebagai juara, baik di sprint maupun race utama.

Baca Juga: Siapa Kayla Schaefer? Profil Pemeran Hana di Sinetron 'Asmara Gen Z' yang Viral dan Curi Perhatian Fans

Kemenangan ini membuat Marquez semakin kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP 2025 dengan 455 poin, jauh meninggalkan Bagnaia yang tertahan di posisi ketiga dengan selisih 227 angka.

Sahabat Rossi, Alessio ‘Uccio’ Salucci, ikut menyoroti kondisi sulit Bagnaia.

"Sulit untuk mengatakan apa yang terjadi, saya tidak berada di garasinya," kata Uccio, dilansir dari Crash.net.

"Tapi bagaimanapun, saya juga berbicara kemarin (setelah sprint) dengannya dan saya bilang tolong Pecco, semangat," imbuhnya.

Menurut Uccio, masalah Bagnaia lebih kepada kehilangan motivasi dan kepercayaan diri.

"Karena sekarang terkadang saya memeriksa data, dia tidak mengerem, dia tidak membalap dengan cara yang benar sekarang," kata Uccio.

"Sepertinya dia sedikit kehilangan motivasi, juga kepercayaan diri dengan motornya."

"Dan hal pertama adalah membalap lagi seperti Bagnaia sebelumnya, menikmatinya sedikit."

Marquez Fokus pada Diri Sendiri

Di sisi lain, Marc Marquez tak ingin kemenangannya dikaitkan dengan keterpurukan Bagnaia. Sang juara dunia delapan kali mengaku hanya fokus pada konsistensinya sendiri.

"Memenangkan 14 balapan bukan hal yang normal," ujar Marquez dilansir dari GPOne.

Meski dominan, Marquez menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menganggap kemenangan mudah.

Bahkan, ia lebih banyak memikirkan perjuangan rival, termasuk sang adik Alex Marquez, dibanding menengok situasi Bagnaia.

"Sama seperti kemarin di sprint, hari ini setelah beberapa tikungan pertama saya langsung nyaman di trek," kata Marquez dilansir dari GPOne.

"Itu membantu saya menjaga konsentrasi tetap tinggi dan hari ini semuanya berjalan dengan baik. Saya menyesuaikan gaya berkendara saya dengan baik di sirkuit ini."

Marquez bahkan menyebut tidak ada kemenangan yang benar-benar mudah dalam MotoGP modern.

"Menang 14 kali beruntun bukanlah hal yang normal, terutama pada MotoGP saat ini dengan susunan pembalap yang begitu ketat," ujarnya.

Bukan Salah Marquez

Dari sudut pandang Uccio, kesulitan Bagnaia lebih karena faktor internal: motivasi, rasa percaya diri, dan cara membalap yang berubah.

Dengan kata lain, meski sama-sama di Ducati, kegagalan Bagnaia di Hungaria 2025 tidak ada hubungannya dengan keberhasilan Marc Marquez.

Uccio percaya, Bagnaia masih bisa bangkit jika kembali menikmati balapan seperti dahulu.

"Saya tahu ini tidak mudah, tapi tolong Bagnaia, cobalah, cobalah, karena dia juara MotoGP dua kali dan yang pasti dia pembalap yang fantastis," kata Uccio.

"Tidak menyenangkan melihat Bagnaia seperti ini, saya tidak suka ini." (lz)

Editor : Laila Zakiya
#francesco bagnaia #marc marquez #VR46 #MotoGP 2025