Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Apesnya Nasib Francesco Bagnaia usai Marc Marquez Tampil Gemilang di MotoGP 2025, Pecco Sampai Dikasihani Pelatih Rossi

Laila Zakiya • Selasa, 19 Agustus 2025 | 22:11 WIB

 

Tim Ducati: Marc Marquez dan Francesco Pecco Bagnaia di MotoGP Austria 2025.
Tim Ducati: Marc Marquez dan Francesco Pecco Bagnaia di MotoGP Austria 2025.

SOLOBALAPAN.COM - MotoGP 2025 benar-benar jadi musim berat bagi Francesco Bagnaia.

Alih-alih menikmati status sebagai pembalap utama Ducati Lenovo Team, rider asal Italia itu justru harus menanggung tekanan besar setelah Marc Marquez tampil luar biasa sejak bergabung.

Di GP Austria 2025 akhir pekan lalu, kontras performa keduanya terlihat jelas.

Marquez sukses menyapu bersih kemenangan di sprint race maupun balapan utama, sedangkan Bagnaia justru pulang dengan hasil mengecewakan.

Bagnaia Terpuruk, Marquez Kian Dominan

Francesco Bagnaia harus mengakhiri sprint race lebih cepat karena masalah teknis pada motornya.

Situasi makin pahit ketika pada balapan utama di Red Bull Ring, ia yang start dari posisi ketiga justru terpuruk hingga finis di urutan kedelapan.

Sebaliknya, Marc Marquez meraih kemenangan ganda sekaligus mencatat sejarah dengan kemenangan perdananya di Red Bull Ring.

Mantan juara dunia Jorge Lorenzo bahkan menilai Marquez masih memiliki dominasi kuat di lintasan.

"Itu adalah kemenangan yang diraih dengan susah payah karena setelah sprint race kemarin saat ia menang dengan cukup mudah," kata Lorenzo, dilansir dari Motosan.

Lorenzo juga menyoroti kedewasaan Marquez dalam mengatur ban serta mentalitasnya yang unggul dibanding rider lain.

"Dan yang terpenting, ia memiliki pengalaman dan jarak tempuh cukup untuk mengelola balapan lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, Bagnaia justru kebingungan dengan performanya yang dianggap tak seimbang dibandingkan Marquez maupun Marco Bezzecchi.

"Saya melihat di awal, Bez dan Marc melakukan segalanya lebih baik dari saya, pengereman, masuk dan keluar tikungan. Saya tahu mereka pebalap kuat tapi fakta bahwa selisih waktu 12 detik di lintasan tempat saya selalu membuat perbedaan itu adalah hal yang tak bisa dimengerti dan saya tidak akan berhenti," aku Bagnaia, dilansir dari Motosan.

"Saya bertarung dan habis-habisan, tapi hari ini saya finis kedelapan, 12 detik di belakang. Pemenangnya melakukan hal yang sama dengan saya tahun lalu, jadi potensinya ada. Hanya kami tidak tahu mengapa hal ini tidak berhasil kami lakukan, saya tidak tahu. Saya merasa sangat sulit untuk mengejar yang lain," tuturnya lagi.

Saat ditanya apakah kesabarannya sudah habis, Bagnaia mengaku sedang menunggu penjelasan resmi dari tim.

"Tidak ada (penjelasan dari Ducati) saat ini. Saya menunggu," pungkasnya.

Cadalora Ikut Prihatin

Rentetan hasil buruk ini membuat Luca Cadalora, mantan pelatih Valentino Rossi, ikut melayangkan rasa empatinya kepada Bagnaia.

"Dia adalah acuan di Ducati, dan tiba-tiba Marquez datang, yang membuatnya tersingkir," ujar Cadalora, dilansir dari Motosan.

Cadalora memahami sulitnya menjaga motivasi ketika seorang pembalap utama tiba-tiba tersaingi habis-habisan oleh rekan setimnya.

"Mempertahankan motivasi dalam situasi seperti itu tidaklah mudah," tuturnya.

Ia bahkan mengenang masa ketika dirinya menjadi rekan duet Wayne Rainey di Yamaha pada 1993.

Kehadiran Cadalora saat itu justru membuat Rainey semakin berkembang, berbeda dengan kondisi Bagnaia yang justru makin tertekan.

Ducati Buka Suara

Situasi ini sempat memunculkan spekulasi bahwa Ducati lebih berpihak pada Marquez. Namun manajer tim, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa Bagnaia tetap menjadi prioritas utama mereka.

"Memang pantas merayakan kemenangan Marquez, tetapi prioritas kami adalah Pecco Bagnaia," kata Tardozzi, dilansir dari Motosan.

Tardozzi juga menambahkan, "Apa yang terjadi akhir-akhir ini tidak baik, dan kami perlu menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Pertanyaannya bukanlah apakah dia punya bakat, tetapi apa yang perlu kami berikan kepadanya agar konsisten, kembali naik podium, dan memenangkan balapan lagi."

Ancaman Kehilangan Status Pembalap Nomor Satu

Kini posisi Bagnaia di klasemen MotoGP 2025 juga semakin tertekan. Marquez kokoh di puncak dengan sembilan kemenangan, sedangkan Bagnaia baru sekali menang musim ini, yakni di GP Americas.

Jarak keduanya di klasemen mencapai 197 poin. Situasi ini membuat status Bagnaia sebagai pembalap nomor satu Ducati benar-benar terancam jika tak segera bangkit di sisa musim.

Beban mental yang ditanggung Bagnaia semakin berat, dan publik kini menantikan apakah ia mampu membalikkan keadaan, atau justru menyerahkan panggung Ducati sepenuhnya kepada Marc Marquez. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#francesco bagnaia #ducati #MotoGP 2025