SOLOBALAPAN.COM – Indonesia berduka. I Gusti Kompyang (IGK) Manila, tokoh lintas bidang yang pernah berkiprah di militer, politik, hingga olahraga, meninggal dunia di usia 83 tahun.
Kabar duka ini dikonfirmasi pada Senin (18/8/2025) pagi. IGK Manila menghembuskan napas terakhir di RS Bunda Menteng, Jakarta. Hingga kini, penyebab wafatnya belum diketahui secara pasti.
Pengumuman kepergian IGK Manila pertama kali disampaikan melalui akun Instagram Partai NasDem, partai politik yang selama ini menaungi almarhum.
"Keluarga Besar Partai NasDem Berduka Cita Atas Meninggalnya I Gusti Kompyang Manila (Opa Manila)," tulis Partai NasDem.
"Tiada kata yang dapat menggambarkan rasa kehilangan ini. Namun, doa terbaik seluruh keluarga besar Partai NasDem mengiringi langkah kepergian Opa Manila menuju keabadian."
Sosok IGK Manila
IGK Manila lahir di Bali pada 8 Juli 1942. Ia meniti karier militer sejak masuk Akademi Militer Nasional pada 1964.
Kariernya melesat hingga mencapai pangkat Brigadir Jenderal pada 1993. Pangkat terakhirnya di Corps Polisi Militer adalah Mayor Jenderal TNI AD (POM ABRI).
Selain militer, IGK Manila dikenal di dunia radio amatir dengan nama panggilan YB0AA.
Ia juga pernah menjabat Ketua STPDN, Sekjen Departemen Penerangan, hingga Direktur Akademi Olahraga Indonesia (Akorin).
Perannya di olahraga juga besar, bahkan dijuluki “Bapak Wushu Indonesia” karena turut memajukan cabang olahraga tersebut.
Jejak di Sepak Bola Indonesia
Nama IGK Manila begitu harum di dunia sepak bola nasional. Ia tercatat sebagai manajer Timnas Indonesia saat meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina.
Kala itu, Timnas Indonesia tampil gemilang. Garuda sukses menumbangkan Malaysia, Vietnam, dan Filipina di fase grup.
Di semifinal, Indonesia menyingkirkan Singapura lewat adu penalti 4-2.
Pada partai final, pasukan Garuda menumbangkan Thailand melalui drama tos-tosan 4-3 setelah bermain imbang 0-0.
Selain itu, I Gusti Kompyang Manila juga pernah membawa Bandung Raya menjuarai Liga Indonesia 1996.
Di level klub ibu kota, ia menjabat chef de mission Persija Jakarta dan menjadi bagian penting dari keberhasilan Macan Kemayoran menjuarai Liga Indonesia 2001. IGK Manila mendampingi Persija hingga 2007.
Kepergian IGK Manila meninggalkan duka mendalam. Ia dikenang sebagai sosok disiplin, berdedikasi, dan berjasa besar untuk sepak bola Indonesia. (dam)
Editor : Damianus Bram