Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

CEO Semen Padang Tanggapi Kritik Pedas Soal Ruang Ganti Stadion Gelora Haji Agus Salim: “Football is About Respect”

Damianus Bram • Selasa, 19 Agustus 2025 | 00:28 WIB
Semen Padang siap berbenah untuk jadi tuan rumah yang baik di Super League 2025/2026.
Semen Padang siap berbenah untuk jadi tuan rumah yang baik di Super League 2025/2026.

SOLOBALAPAN.COM — CEO Semen Padang FC, Win Bernadino, akhirnya angkat bicara terkait kritik pedas publik mengenai kondisi ruang ganti Stadion Gelora Haji Agus Salim (GHAS) Padang.

Sorotan itu mencuat setelah pemain belakang Dewa United, Nick Kuipers, mengunggah foto ruang ganti GHAS ke Instagram.

Dalam unggahannya tampak kursi plastik beralas kain sederhana dan gantungan baju seadanya.

Potret itu kemudian menyebar luas dan menuai komentar warganet, banyak yang menyamakannya dengan “tenda kondangan”.

Menanggapi hal itu, Win tidak menampik kondisi ruang ganti stadion peninggalan tahun 1980 tersebut memang jauh dari modern.

Namun, ia menjelaskan bahwa renovasi total sulit dilakukan karena keterbatasan dana dan kepemilikan stadion yang tidak sepenuhnya di tangan klub.

“Terima kasih atas masukan mengenai kondisi ruang ganti GHAS. Kami menyadari tidak mudah merenovasi stadion yang sudah berdiri sejak 1980 dengan dana sendiri,” tulis Win lewat akun Instagram pribadinya, dikutip Senin (18/8/2025).

Ia menambahkan, ruang ganti semakin terasa sempit seiring bertambahnya jumlah pemain dan ofisial.

Meski demikian, Semen Padang FC tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi tim tamu.

“Kami sangat menghormati setiap tamu yang datang ke Padang dengan berusaha menyambut sebaik mungkin, seperti saudara kandung sendiri yang hadir di sebuah hajatan,” ujar Win.

Pernyataan itu mendapat banyak apresiasi publik. Win menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga tentang penghormatan dan persaudaraan.

“Football is about RESPECT,” tegasnya.

Lebih jauh, Win mengingatkan bahwa banyak klub lain juga memiliki keterbatasan, namun tetap berusaha menutupi kekurangan demi kenyamanan bersama.

Ia berharap publik bisa bersabar menunggu realisasi renovasi besar yang sudah masuk daftar pemerintah usai instruksi Presiden RI.

“Mudah-mudahan GHAS setelah renovasi bisa memenuhi standar AFC. Mohon doanya,” tulisnya optimistis.

Stadion GHAS memang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Minang. Namun dari sisi fasilitas, stadion ini tertinggal dibanding arena modern di Indonesia.

Publik kini menaruh harapan besar agar wajah baru GHAS nanti bisa mengembalikan kebanggaan Sumatera Barat di kancah sepak bola nasional.

Pada akhirnya, kritik pedas soal ruang ganti GHAS tak membuat Semen Padang FC minder.

Sebaliknya, manajemen menjadikannya pelecut semangat untuk berbenah, sembari menjaga nilai utama sepak bola: penghormatan dan persaudaraan. (dam)

Editor : Damianus Bram
#GHAS #Nick Kuipers #Stadion Gelora Haji Agus Salim #win bernadino #semen padang #dewa united #ruang ganti