SOLOBALAPAN.COM - Rivalitas abadi antara Barcelona dan Real Madrid kembali memanas di bursa transfer musim panas.
Ketertarikan Real Madrid terhadap bek andalan Barcelona, Ronald Araujo, dilaporkan telah membuat manajemen Blaugrana panik.
Untuk menghindari terulangnya "kisah pengkhianatan" Luis Figo di masa lalu, Barcelona kini disebut-sebut siap membuka pintu negosiasi dengan klub Liga Inggris, Liverpool, sebagai langkah preventif.
Hantu Transfer Figo dan Dilema Barcelona
Bagi Barcelona, menjual pemain bintang ke rival abadi adalah sebuah tabu.
Trauma transfer Luis Figo ke Real Madrid pada tahun 2000 masih membekas dan dianggap sebagai salah satu pengkhianatan terbesar dalam sejarah sepak bola.
Karena itu, rumor pendekatan Madrid terhadap Araujo membuat Presiden Joan Laporta berada dalam posisi sulit, di mana menjual ke klub asing dipandang sebagai pilihan yang jauh lebih baik.
Liverpool Muncul sebagai Opsi Penyelamat
Di tengah situasi ini, Liverpool muncul sebagai kandidat kuat.
Raksasa Liga Inggris itu dilaporkan siap melayangkan tawaran senilai lebih dari Rp734 miliar untuk memboyong bek asal Uruguay tersebut.
Opsi ini menjadi jalan keluar yang paling masuk akal bagi Barcelona jika mereka pada akhirnya terpaksa harus melepas salah satu pilar pertahanan utamanya.
Sikap Publik Klub: Berusaha Pertahankan Araujo
Meskipun rumor penjualan ke Liverpool menguat sebagai cara untuk memblokir Real Madrid, secara resmi, manajemen Barcelona bersikeras ingin mempertahankan Araujo.
Direktur Olahraga, Deco, dan Presiden Joan Laporta, sama-sama menyatakan bahwa mereka tidak berniat melemahkan skuad.
“Ronald baru saja memperpanjang kontraknya. Ia memang mengalami musim yang sulit dengan banyak kritik tidak adil, namun kini ia siap kembali ke performa terbaik,” ujar Deco.
Sikap ganda ini menunjukkan kompleksitas situasi yang mereka hadapi: antara keinginan mempertahankan pemain kunci dan ketakutan melihatnya berseragam Real Madrid.
Perang Strategi di Bursa Transfer
Saga transfer Ronald Araujo telah menjadi perang strategi tingkat tinggi.
Real Madrid menggoda, Barcelona mencoba melakukan manuver preventif dengan melibatkan Liverpool, sementara sang pemain sendiri disebut enggan pindah ke Madrid demi menjaga hubungannya dengan fans.
Keputusan akhir kini berada di persimpangan antara loyalitas pemain, kebutuhan finansial klub, dan rivalitas historis yang tidak akan pernah padam. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo