Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bendera Malaysia Terbalik di Gelora Bung Karno, Media Malaysia Desak Sanksi FIFA dan AFC untuk PSSI

Damianus Bram • Rabu, 23 Juli 2025 | 22:54 WIB
Suporter Indonesia memberikan dukungan saat Timnas U-23 Indonesia melawan Malaysia dalam pertandingan penyisihan Grup A Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan.
Suporter Indonesia memberikan dukungan saat Timnas U-23 Indonesia melawan Malaysia dalam pertandingan penyisihan Grup A Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan.

SOLOBALAPAN.COM — Insiden yang terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada laga penyisihan grup Piala AFF U-23 2025 antara Timnas Indonesia U-23 dan Malaysia U-23 memicu desakan keras dari media Malaysia untuk FIFA dan AFC menjatuhkan sanksi kepada PSSI.

Hal ini bermula dari aksi suporter Indonesia yang membentangkan bendera Malaysia dalam posisi terbalik, yang dianggap sebagai penghinaan terhadap simbol negara Malaysia.

Pertandingan yang berakhir dengan hasil imbang tanpa gol itu tidak hanya menciptakan ketegangan di lapangan, tetapi juga memunculkan kontroversi di tribun penonton.

Kejadian ini segera menjadi sorotan media Malaysia yang menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap semangat sportivitas.

Bendera Terbalik: Simbol Penghinaan atau Kelalaian?

Tindakan suporter Indonesia yang membentangkan bendera Jalur Gemilang terbalik di tribun penonton memicu kemarahan publik Malaysia.

Media Malaysia menganggap aksi tersebut sebagai penghinaan terhadap simbol negara yang tidak bisa diterima, bahkan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap etika sportivitas dalam sepak bola.

Laporan dari grup Sabah Arena Bulletin menyebut insiden ini sebagai pelanggaran berat yang merusak citra sepak bola internasional.

Majoriti, salah satu media utama Malaysia, menegaskan bahwa aksi tersebut bisa melanggar Pasal 16(2)(d) Kode Disiplin FIFA, yang menyatakan bahwa federasi sepak bola bertanggung jawab atas perilaku suporternya, termasuk penggunaan simbol provokatif atau penghinaan.

Desakan Sanksi untuk PSSI: Tuntutan Investigasi dan Tindakan Hukum

Media Majoriti mengimbau agar Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) segera mengambil langkah hukum, dengan mengumpulkan bukti foto, video, dan pernyataan saksi untuk melaporkan insiden tersebut ke FIFA atau AFC, tergantung pada status turnamen.

Mereka menyarankan agar FAM mendesak dilakukan investigasi yang mendalam dan menuntut tindakan disipliner terhadap PSSI.

“Penting bagi FAM untuk menuntut dilakukannya investigasi dan tindakan disiplin terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang diduga gagal mengendalikan perilaku suporter tim tuan rumah,” tulis Majoriti.

Beberapa sanksi yang disebutkan dalam laporan media Malaysia termasuk denda besar, larangan menghadirkan suporter, bahkan kemungkinan hukuman pertandingan tanpa penonton atau pencabutan status tuan rumah.

Pentingnya Menjaga Sportivitas dan Etika dalam Sepak Bola

Insiden ini memperburuk hubungan antara suporter kedua negara, yang selama ini sudah dikenal memiliki rivalitas tinggi di dunia sepak bola.

Sejumlah tokoh di Indonesia juga mengecam aksi tersebut, mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas dan tidak menjadikan rivalitas sebagai alasan untuk menghina simbol negara lain.

PSSI, hingga saat ini, belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut, meskipun tekanan dari media Malaysia terus berkembang.

Sementara itu, timnas Indonesia U-23 yang berhasil melaju ke semifinal Piala AFF U-23 2025 melawan Thailand, tetap fokus pada pertandingan tersebut.

Respons Publik Indonesia: Terbelah dalam Menanggapi Insiden Ini

Di media sosial, publik Indonesia terbelah dalam menanggapi insiden tersebut. Sebagian mengecam keras tindakan suporter, sementara sebagian lainnya menilai insiden itu hanya merupakan kelalaian yang tidak perlu dibesar-besarkan.

Namun, insiden ini menjadi peringatan bagi semua pihak mengenai pentingnya edukasi kepada suporter untuk menjaga etika dan tidak terjebak dalam permusuhan yang melampaui lapangan.

FIFA dan AFC kini dihadapkan pada tuntutan untuk bertindak tegas dan profesional terkait insiden ini.

Langkah disipliner terhadap PSSI dan suporter yang terlibat sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. (dam)

Editor : Damianus Bram
#fifa #piala aff u-23 2025 #timnas indonesia u-23 #afc #pssi #malaysia