SOLOBALAPAN.COM - PSIM Jogja harus mengakui keunggulan rivalnya, Persis Solo, dengan skor tipis 0-1 dalam laga uji coba tertutup di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (19/7).
Meski kalah, pelatih kepala Jean-Paul van Gastel justru mendapatkan catatan berharga dari "dua wajah" berbeda yang ditampilkan timnya dalam pertandingan tersebut.
Gol semata wayang Persis Solo dalam laga "Derby Mataram" pramusim ini dicetak oleh Zanadin Fariz.
Babak Pertama di Bawah Standar
Pelatih asal Belanda itu secara terbuka mengakui bahwa performa Laskar Mataram di babak pertama berada di bawah standar.
Ia menyebut Persis Solo tampil sedikit lebih baik dan timnya tidak bermain sesuai harapan.
“Saya melihat dua babak yang berbeda. Saya pikir babak pertama, Solo sedikit lebih baik dari kami,” ucap Van Gastel.
“Saya berbicara dengan para pemain saat turun minum. Saya pikir kami tidak bermain dengan baik di babak pertama,” tuturnya.
Respons Positif Setelah Jeda Tuai Apresiasi
Intervensi yang dilakukan saat jeda turun minum ternyata membuahkan hasil.
Van Gastel memuji respons positif yang ditunjukkan para pemainnya di babak kedua, di mana permainan tim menunjukkan peningkatan signifikan.
“Babak kedua jauh lebih baik. Mereka tetap bersatu, kami menciptakan beberapa peluang, dan bahkan kami seharusnya bisa menciptakan lebih banyak peluang,” jelasnya.
Ia secara khusus mengapresiasi sikap para pemain yang bertahan secara kompak dan saling berkomunikasi sebagai sebuah tim.
Fokus Berikutnya: Membentuk Tim Inti
Setelah laga uji coba ini, Van Gastel dan stafnya akan kembali fokus pada tahap persiapan selanjutnya, yaitu meningkatkan kebugaran dan mematangkan sistem permainan.
Tugas krusial di depan mata adalah menentukan kerangka tim utama untuk mengarungi kompetisi.
“Saya dan staf saya, kami harus memikirkan pemain mana yang akhirnya akan bermain sebagai 11 pemain inti,” sebutnya.
Kekalahan yang Bermanfaat
Meskipun berakhir dengan kekalahan, laga "Derby Mataram" pramusim ini terbukti menjadi sesi evaluasi yang sangat bermanfaat bagi PSIM Jogja.j
Pertandingan ini tidak hanya menunjukkan area yang perlu segera diperbaiki, tetapi juga membuktikan bahwa para pemain mampu merespons instruksi pelatih dengan baik.
"Kisah dua babak" ini memberikan Jean-Paul van Gastel peta jalan yang jelas untuk mematangkan Laskar Mataram jelang kick-off BRI Super League. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo