SOLOBALAPAN.COM - Klub promosi BRI Super League, Semen Padang FC, menghadapi situasi genting.
Mereka terancam tidak bisa mendaftarkan pemain untuk musim 2025-2026 akibat sanksi larangan transfer dari FIFA.
Namun, di tengah ancaman tersebut, manajemen Kabau Sirah justru bergerak sangat agresif dengan meresmikan delapan pemain asing baru sekaligus.
Manajemen klub kini berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan sanksi tersebut sebelum bursa pendaftaran pemain ditutup.
Akar Masalah dan Janji Pelunasan
Sanksi FIFA dijatuhkan akibat adanya kewajiban pembayaran kompensasi yang belum tuntas kepada empat mantan pemain asing mereka, yaitu Kenneth Ikechukwu Ngwoke, Bruno Dybal, Jan Carlos Vargas, dan Ryohei Michibuchi.
CEO Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini adalah prioritas utama. Ia berjanji akan melunasi seluruh kewajiban tersebut dalam bulan ini.
“Terkait kompensasi empat pemain yang belum kita selesaikan, insyaallah pada Juli ini kita bayarkan semua,” ujar Win Bernadino.
“Iya, kita berkomitmen menyelesaikan ini agar bisa mendaftarkan pemain,” tegasnya.
Parade Bintang Asing Anyar Kabau Sirah
Seolah tak terpengaruh sanksi, Semen Padang telah memperkenalkan delapan legiun impor barunya untuk memperkuat tim. Mereka adalah:
-
Cornelius Stewart (Striker / Saint Vincent)
-
Bruno Gomes (Gelandang Bertahan)
-
Pedro Matos (Gelandang / Brasil)
-
Alhassan Wasako (Bertahan)
-
Filipe Chaby (Gelandang Serang / Alumnus Sporting Lisbon)
-
Angelo Meneses (Bek / Portugal)
-
Rui Rampa (Penjaga Gawang)
-
Arthur Augusto (Bertahan)
Dikejar Jadwal Pramusim ke Malaysia
Langkah cepat untuk menyelesaikan sanksi ini menjadi krusial, karena tim besutan Eduardo Almeida dijadwalkan akan terbang ke Malaysia untuk pemusatan latihan (training camp) mulai besok, 16 Juli hingga 23 Juli 2025.
Di sana, mereka akan melakoni dua laga uji coba penting melawan Negeri Sembilan FC (21 Juli) dan Kuala Lumpur FC (23 Juli).
Strategi Berisiko Tinggi dan Penuh Ambisi
Langkah yang diambil Semen Padang adalah sebuah pertaruhan besar. Di satu sisi, perekrutan delapan pemain asing menunjukkan ambisi kuat untuk tidak sekadar numpang lewat di kasta tertinggi.
Di sisi lain, semua persiapan ini akan sia-sia jika mereka gagal memenuhi janji untuk melunasi kewajiban finansialnya tepat waktu.
Kini, semua mata tertuju pada manajemen Kabau Sirah untuk menuntaskan sanksi FIFA sebelum pintu pendaftaran pemain benar-benar ditutup. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo