SOLOBALAPAN.COM - Juara bertahan Liga 1, Persib Bandung, terus memperkuat skuadnya untuk musim 2025/2026.
Maung Bandung secara resmi memperkenalkan satu dari dua legiun asing barunya, gelandang serang asal Brasil, William Marcilio.
Pemain yang musim lalu berseragam Arema FC ini didatangkan untuk menjadi motor serangan baru di lini tengah Persib.
Mengenal William Marcilio, Sang Maestro Kidal
William Marcilio, pemain berkepala plontos berusia 28 tahun, dikenal sebagai gelandang dengan kemampuan kaki kiri di atas rata-rata.
Keahliannya dalam melakukan dribbling dan melepaskan tembakan akurat dengan kaki kirinya kerap merepotkan barisan pertahanan lawan.
Kualitas inilah yang membuat pelatih Bojan Hodak kepincut untuk memboyongnya ke Bandung guna menambah daya gedor tim.
Statistik Impresif Bersama Singo Edan Musim Lalu
Meskipun tidak lama membela Arema FC, kontribusi William sangat signifikan. Berdasarkan data Transfermarkt, performanya musim lalu sangat produktif untuk seorang gelandang:
-
Penampilan: 19 laga
-
Gol: 5 gol
-
Assist: 6 assist
-
Menit Bermain: 1.272 menit
-
Kartu Kuning: 3
Catatan ini membuktikan kemampuannya sebagai gelandang serang yang efektif di kompetisi Liga 1.
Pengganti Peran dan Opsi Baru untuk Bojan Hodak
Kehadiran William Marcilio diharapkan dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh dua gelandang asing sebelumnya, Tyronne Del Pino dan Mateo Kocijan.
Dengan kemampuan spesialnya, ia akan memberikan opsi dan variasi serangan baru bagi skema permainan yang diusung oleh Bojan Hodak musim depan.
Profil Singkat William Marcilio
-
Nama Lengkap: Wiliam Moreira da Silva Marcilio
-
Tanggal Lahir: 31 Agustus 1996 (Usia 28 Tahun)
-
Tempat Lahir: Rio de Janeiro, Brasil
-
Tinggi: 177 cm
-
Posisi: Gelandang Serang
-
Kaki Terkuat: Kiri
Perekrutan William Marcilio menjadi langkah strategis Persib untuk memastikan lini tengah mereka tetap kreatif dan berbahaya.
Para Bobotoh kini menantikan bagaimana sentuhan magis kaki kiri sang maestro baru ini akan membantu Maung Bandung dalam perjuangan meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo