SOLOBALAPAN.COM - Francesco "Pecco" Bagnaia datang ke Sirkuit Mugello sebagai raja bertahan.
Di hadapan publik Italia, dengan semangat penuh dan livery spesial dari tim Ducati Lenovo, ia berharap bisa mempertahankan dominasinya.
Namun, balapan MotoGP Italia 2025 justru menyuguhkan skenario berbeda.
Marc Marquez, yang tampil konsisten sejak awal musim, berhasil menundukkan sang juara bertahan dan meraih kemenangan penuh di kandang rival.
Balapan di Mugello berlangsung panas sejak awal.
Bagnaia langsung tancap gas dan berduel keras dengan Marc Marquez.
Bahkan kedua rider sempat bersenggolan di tikungan-tikungan awal.
Pecco menunjukkan niat kuat untuk mempertahankan posisi, dan beberapa kali memimpin jalannya balapan.
"Aku benar-benar ingin tetap di depan. Aku merasa bagus awalnya. Namun setelah enam lap, ban depan mulai aus," ungkap Bagnaia.
Namun, dominasi itu hanya bertahan sebentar. Setelah lap keenam, Pecco mulai mengalami penurunan grip pada ban depan, yang berdampak pada gaya balapnya.
"Aku harus melambat, kalau tidak aku akan crash," jelas juara MotoGP dua kali tersebut.
Salah satu penyebab utama Bagnaia melempem di Mugello adalah degradasi ban yang tinggi.
Ban depannya mulai kehilangan performa lebih cepat dari perkiraan, sementara ban belakang pun tak lepas dari masalah.
"Aku mengalami getaran hebat di ban belakang. Aku harus lebih melambat lagi," lanjut rider asal Italia tersebut.
Akibatnya, Pecco tak bisa menjaga ritme dan gagal mengimbangi kecepatan Marquez bersaudara di depan.
Bahkan Fabio Di Giannantonio berhasil menyusulnya dua lap sebelum balapan usai, membuat podium di kandang sendiri lepas dari genggaman.
"Padahal aku tahu bisa bersaing untuk menang, enam atau tujuh lap awal adalah buktinya. Tapi setelah itu putus begitu saja. Aku kehilangan grip depan dan tak bisa melakukan yang kuinginkan," tegasnya.
Pecco sempat menaruh harapan besar untuk menang di rumah sendiri.
Tapi justru strategi agresif di awal balapan menjadi bumerang. Trek lurus sepanjang 1,14 km di Mugello memaksa pembalap untuk memaksimalkan top speed dan pengereman secara ekstrem.
Dugaannya, Pecco banyak menghabiskan bannya secara kasar di awal. Degradasi ban yang tinggi membuat Pecco tak lagi bisa mencapai kecepatan maksimal di akhir lomba.
Sementara Pecco harus puas di luar podium, Marc Marquez tampil luar biasa sepanjang akhir pekan.
Ia menang di Sprint dan balapan utama, sekaligus memperbesar keunggulan klasemen dengan total 270 poin dari 5 kemenangan dan 7 podium.
Adiknya, Alex Marquez, ada di posisi kedua klasemen dengan 230 poin, sedangkan Pecco tertinggal jauh di posisi ketiga dengan 160 poin.
Bahkan Bagnaia mengakui bahwa memikirkan gelar juara kini terasa mustahil.
"Dengan situasi sekarang, memikirkan gelar juara saja rasanya mustahil," papar murid Valentino Rossi tersebut. (lz/**)
---
### ???? Meta Deskripsi SEO:
---
Kalau kamu ingin infografis perbandingan data ban & lap Pecco vs Marc atau konten analisis gaya balap untuk TikTok/YouTube Shorts, Bono siap bantu langsung!
Editor : Laila Zakiya