SOLOBALAPAN.COM – Manajemen Persik Kediri resmi menunjuk Ong Kim Swee (OKS) sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2025/2026, menggantikan Divaldo Alves yang telah resmi berpisah dengan klub pada 15 Juni 2025.
Kabar ini diumumkan melalui akun Instagram resmi klub, Kamis (19/6/2025), yang menandai dimulainya era baru bagi tim berjuluk Macan Putih.
Dalam unggahan tersebut, tampak latar foto Ong Kim Swee berdiri di belakang meja bertuliskan "Sugeng Rawuh Ong Kim Swee", dilengkapi caption: "Pria yang bertanggung jawab."
Jejak Karier OKS
Baca Juga: Breaking News! Swansea City Lepas Nathan Tjoe-A-On, Liga 1 Indonesia Jadi Pelabuhan Baru?
Ong Kim Swee merupakan pelatih berpengalaman asal Malaysia. Menurut data Transfermarkt, ia mencatat total 86 pertandingan saat menangani Sabah FC sejak Oktober 2021, dengan hasil:
- 48 kemenangan
- 12 imbang
- 26 kekalahan
- Rata-rata poin: 1,81 per pertandingan
Di Indonesia, ia sempat membesut Persis Solo dan mencatat:
- 23 pertandingan
- 7 kemenangan
- 8 imbang
- 8 kekalahan
- Rata-rata poin: 1,26 per laga
Catatan ini mencerminkan stabilitas dan kemampuannya dalam membangun tim yang kompetitif, bahkan di tengah tekanan tinggi dari suporter dan media.
Tantangan Baru di Kediri
Persik Kediri berharap kehadiran OKS bisa mengangkat performa tim yang pada musim sebelumnya gagal meraih hasil memuaskan.
OKS dikenal sebagai pelatih yang menekankan disiplin taktik, fleksibilitas skema permainan, dan pengembangan karakter tim.
Keberhasilannya membawa Sabah FC bersaing di papan tengah Malaysia Super League serta menjaga kestabilan bersama Persis Solo menjadi modal penting di Persik.
Kini, OKS akan menghadapi tekanan dari suporter fanatik Persik yang mendambakan kebangkitan tim menuju papan tengah, bahkan persaingan gelar domestik.
Seluruh mata akan tertuju pada bagaimana ia meramu strategi, menuntun tim melalui pra-musim, dan mengoptimalkan jendela transfer untuk memperkuat skuad.
Jika mampu menerjemahkan visinya ke dalam performa nyata, suasana di Kediri dipastikan akan jauh lebih bergairah. (dam)
Editor : Damianus Bram