SOLOBALAPAN.COM – Meski menutup putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan kekalahan telak 0-6 dari Jepang, Timnas Indonesia tetap mencetak sejarah.
Garuda sukses mengamankan tiket ke putaran keempat, untuk pertama kalinya sejak format baru diberlakukan.
Di tengah momentum tersebut, Mees Hilgers mengungkap fakta menarik seputar rekan-rekannya di skuad Garuda.
Bek muda milik FC Twente itu menyebut siapa pemain tertinggi dan tercepat di Timnas saat ini.
Dalam sesi tanya jawab di akun resmi Timnas Indonesia, Hilgers dengan mantap menjawab bahwa Emil Audero adalah pemain tertinggi di skuad.
“Emil Audero,” ujar Hilgers singkat namun yakin.
Kiper keturunan Italia-Indonesia tersebut memang dikenal memiliki postur menjulang, sebuah keunggulan yang krusial di bawah mistar gawang.
Saat diminta menyebut pemain paling cepat di skuad, Hilgers sempat berpikir sejenak sebelum akhirnya menyebut dua nama:
“Calvin Verdonk atau Yance (Sayuri),” ungkapnya.
Nama Calvin Verdonk dan Yakob Sayuri alias Yance bukan pilihan sembarangan. Keduanya dikenal memiliki kecepatan tinggi dan pergerakan eksplosif, terutama dalam membangun serangan dari sisi sayap.
Verdonk yang kerap mengisi posisi bek kiri tak hanya cepat, namun juga cerdas membaca permainan.
Sedangkan Yakob Sayuri adalah winger lincah yang dikenal sebagai senjata andalan dalam duel satu lawan satu.
Pengakuan Hilgers ini menunjukkan bahwa Timnas Indonesia kini punya kualitas fisik yang bersaing di level Asia, terutama menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Babak tersebut akan dimulai Oktober 2025, dengan format dua grup yang masing-masing diisi tiga tim.
Juara grup otomatis lolos ke Piala Dunia 2026, sementara runner-up akan saling berhadapan untuk berebut tiket ke babak play-off antarkonfederasi.
Format baru Piala Dunia 2026 yang akan diikuti oleh 48 tim membuat jatah Asia bertambah menjadi 8 hingga 9 negara, sehingga peluang Timnas Indonesia tampil di ajang paling bergengsi dunia semakin terbuka lebar.
Tentu perjuangan Garuda tak akan mudah. Lawan-lawan tangguh sudah menanti.
Namun, dengan kombinasi pemain diaspora seperti Emil Audero, Calvin Verdonk, serta darah muda seperti Hilgers dan Yakob Sayuri, harapan menuju pentas dunia bukanlah mimpi kosong. (dam)
Editor : Damianus Bram