SOLOBALAPAN.COM – Seruan agar Rizky Ridho Ramadhani, kapten Persija Jakarta sekaligus bek andalan Timnas Indonesia, berkarier di Eropa kembali mengemuka.
Kali ini datang dari Neal Petersen, jurnalis sepak bola Belanda sekaligus sahabat dekat Thom Haye.
Dalam podcast “The Haye Way”, Neal secara blak-blakan menyarankan agar Ridho mencoba peruntungan di Belanda selama minimal 1–2 musim.
“Saya percaya dia bisa, dia masih muda, dia memiliki banyak talenta, dan punya hati yang besar. Saya pikir jika dia pindah ke Eropa saat ini, dia bisa bermain di kompetisi teratas,” ujar Neal Petersen, dikutip dari The Haye Way, Minggu (15/6/2025).
Belanda Jadi Langkah Awal Ideal
Menurut Neal, Eredivisie atau liga kasta utama di Belanda merupakan destinasi ideal bagi pemain muda berbakat seperti Rizky Ridho.
Jika berhasil tampil konsisten selama 1–2 musim, bukan tak mungkin Ridho bisa naik level ke liga yang lebih besar di Eropa.
“Jika memungkinkan, saya akan menyarankan Ridho ke Belanda. Rizky Ridho bisa bermain satu atau dua musim di Belanda lalu mempersiapkan langkah selanjutnya,” lanjut Neal.
Desakan Abroad untuk Rizky Ridho Kian Menguat
Desakan agar Rizky Ridho abroad sejatinya bukan hal baru. Sejak pertengahan musim Liga 1 2024/2025, sejumlah pengamat dan eks pemain Timnas Indonesia sudah mendorong bek berusia 22 tahun itu untuk mencicipi atmosfer sepak bola luar negeri.
Ridho dikenal sebagai bek tangguh, tenang, dan punya kecerdasan membaca permainan. Performanya bersama Persija Jakarta maupun Timnas Indonesia terus menuai pujian.
Kini, dengan Thom Haye dikabarkan bakal merapat ke Persija, sahabat sang gelandang justru mengarahkan Ridho agar melangkah ke jalur sebaliknya, yakni keluar dari Indonesia untuk menjemput peluang di Benua Biru.
Siap Tinggalkan Zona Nyaman?
Rizky Ridho saat ini menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad Persija.
Namun, tekanan agar dirinya “naik kelas” ke panggung Eropa semakin kuat, apalagi melihat sukses pemain-pemain muda Indonesia lainnya yang sudah lebih dulu abroad.
Kini, semua tergantung keputusan sang pemain. Apakah ia siap meninggalkan zona nyaman demi level kompetisi yang lebih tinggi? Publik sepak bola Indonesia menantikan jawabannya. (dam)
Editor : Damianus Bram