SOLOBALAPAN.COM — PSIS Semarang resmi memutus kontrak dengan 16 pemain utama menyusul degradasi ke Liga 2 Indonesia musim 2025/2026.
Perombakan besar-besaran ini menjadi guncangan di bursa transfer nasional.
Setelah performa mengecewakan di Liga 1 musim lalu dan diperparah isu tunggakan gaji, manajemen klub Laskar Mahesa Jenar mengambil langkah ekstrem dengan merombak komposisi tim secara menyeluruh.
Daftar 16 Pemain yang Dilepas PSIS Semarang
Nama-nama yang dilepas antara lain adalah Adi Satryo, Syahrul Trisna, Haykal Alhafiz, dan Faqih Maulana.
Disusul oleh Sandi Ferizal, Riyan Ardiyansyah, Joao Ferrari, dan Lucas Barreto.
Empat nama lain yakni Tri Setiawan, Ridho Syuhada, Boubakary Diarra, dan Alfeandra Dewangga juga masuk daftar rilis.
Tak ketinggalan, nama-nama penting seperti Septian David Maulana dan Gustavo Souza juga harus angkat koper.
Pemain asing seperti Sudi Abdallah dan Wildan Ramdhani pun tak luput dari perombakan ini. Total, separuh lebih kekuatan utama PSIS musim lalu resmi dibubarkan.
Nama-nama tersebut hengkang lewat berbagai mekanisme—mulai dari kesepakatan pengakhiran kontrak, habis masa kerja, hingga status bebas transfer.
Gali Freitas Langsung Digaet Persebaya
Dari semua pemain yang pergi, Gali Freitas langsung jadi buah bibir. Winger eksplosif itu resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya, menjadi rekrutan awal Green Force untuk Liga 1 musim depan.
Meski musim lalu hanya mencetak 1 gol dan 4 assist dari 29 penampilan, ia masih dianggap sebagai salah satu talenta tercepat dan penuh determinasi di sektor sayap.
Musim sebelumnya (2023/2024), Gali mencatatkan 11 gol dan 7 assist—torehan yang memperlihatkan kapasitasnya sebagai motor serangan PSIS.
Krisis Internal & Masa Depan PSIS
Situasi pelik di internal PSIS turut mendorong eksodus besar-besaran ini.
Isu tunggakan gaji yang mencuat disebut sebagai pemicu banyak pemain memilih angkat kaki meski masih punya kontrak aktif.
Meski belum ada pernyataan resmi dari manajemen, tekanan dari suporter dan catatan buruk di klasemen musim lalu diyakini mendorong klub mengambil jalan ekstrem ini.
PSIS kini menghadapi tugas berat dalam membangun ulang skuad dari nol demi kembali ke Liga 1.
Sementara itu, Persebaya Surabaya tampak agresif di bursa transfer, dengan Gali Freitas disebut hanya sebagai awal dari rekrutmen besar-besaran. (dam)
Editor : Damianus Bram