SOLOBALAPAN.COM - Persijap Jepara, tim promosi Liga 1 untuk musim 2025/2026, membuat langkah mengejutkan dengan menunjuk pelatih asal Portugal, Mario Lemos, sebagai pelatih kepala.
Kehadiran Lemos menandai era baru di Laskar Kalinyamat, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Widodo Cahyono Putro.
Lemos bukan nama sembarangan di dunia kepelatihan. Ia pernah menukangi tim junior Manchester United pada tahun 2011, serta menjabat sebagai pelatih kepala Negeri Sembilan FC di Liga Malaysia.
Terakhir, ia menjabat sebagai asisten pelatih di klub top India, Mumbai City FC.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @persijap_jepara, klub menyampaikan antusiasmenya menyambut sang pelatih baru:
"Bem-vindo (selamat datang) Mário Licínio Guerreiro Lemos. Persijap Jepara resmi mendatangkan nahkoda baru dari Portugal untuk menatap kompetisi Liga 1 musim ini.
Dengan pengalaman dan visi yang kuat, mari kita ukir babak baru penuh perjuangan dan kebanggaan untuk Jepara."
Widodo C Putro Kembali ke Deltras FC
Setelah resmi berpisah dengan Persijap, Widodo Cahyono Putro (WCP) kini kembali melatih Deltras FC, klub Liga 2 yang juga pernah ia tangani pada musim 2023/2024.
Saat itu, ia sukses membawa Deltras hingga babak 8 besar.
CEO Deltras FC, Amir Burhanuddin, menyebutkan bahwa pihaknya yakin terhadap kemampuan WCP dalam membentuk skuad yang kompetitif:
“Coach WCP paham akan karakter para pemain yang dibutuhkan di Liga 2. Dia cukup mengerti dan hafal,” jelas Amir, Senin (3/6).
Bali United Tunjuk Johnny Jansen Sebagai Pelatih Baru
Langkah serupa juga dilakukan Bali United, yang telah menunjuk Johnny Jansen, pelatih asal Belanda, sebagai pelatih kepala yang baru.
Tidak hanya itu, Jansen turut membawa dua asistennya yang berpengalaman, Jeffrey Dennis Talan dan Ronnie Pander.
Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi menyeluruh skuad pelatih Serdadu Tridatu untuk menghadapi ketatnya kompetisi musim depan.
Persebaya Surabaya Datangkan Eduardo Perez Moran
Sementara itu, Persebaya Surabaya resmi menunjuk pelatih asal Spanyol, Eduardo Perez Moran, untuk menggantikan posisi Paul Munster.
Persebaya juga memperkenalkan jajaran pelatih baru, seperti Shin Sang-gyu dan Uston Nawawi sebagai asisten pelatih, serta Felipe Americo Martins Goncalves sebagai pelatih kiper.
Langkah ini menunjukkan keseriusan manajemen Green Force dalam memperbaiki performa tim yang inkonsisten musim lalu.
Eduardo Almeida Masih Bersama Semen Padang
Tidak semua klub memilih wajah baru di kursi pelatih.
Semen Padang mempertahankan Eduardo Almeida sebagai juru taktik usai keberhasilannya menyelamatkan tim dari degradasi.
Manajemen klub menilai stabilitas kepelatihan menjadi kunci dalam membangun fondasi yang lebih kuat untuk musim mendatang.
Klub Lain Masih Tunggu Waktu
Beberapa tim lainnya masih belum mengumumkan siapa yang akan menduduki posisi pelatih kepala untuk musim baru.
Termasuk di antaranya adalah Persis Solo, yang hingga kini masih mencari sosok ideal untuk memimpin Laskar Sambernyawa di Liga 1.
Rotasi Pelatih Warnai Dinamika Liga 1 Jelang Musim Baru
Perombakan pelatih besar-besaran ini mencerminkan ambisi klub-klub Liga 1 dalam menatap musim kompetisi 2025/2026.
Tidak hanya tim-tim besar, bahkan klub promosi seperti Persijap pun menunjukkan keseriusan dengan merekrut pelatih berpengalaman internasional.
Keputusan strategis ini bisa jadi penentu dalam persaingan yang diprediksi semakin kompetitif.
Semua mata kini tertuju pada bagaimana masing-masing pelatih akan membangun identitas tim mereka dan menghadirkan warna baru di panggung tertinggi sepak bola Indonesia. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo