SOLOBALAPAN.COM – Timnas Indonesia berpeluang mencetak sejarah baru saat menghadapi Jepang dalam laga terakhir Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Selasa (10/6/2025) di Stadion Suita, Osaka.
Jika berhasil menang, itu akan menjadi kemenangan pertama Indonesia di kandang Jepang sepanjang sejarah pertemuan kedua tim.
Rekor Buruk Indonesia di Jepang
Berdasarkan data RSSSF, Timnas Indonesia sudah tiga kali bertandang ke markas Jepang dan selalu kalah:
- 31 Mei 1979, Kirin Cup: Indonesia kalah 0-4
- 4 April 1988, Kualifikasi Olimpiade: kalah 0-3
- 11 Juni 1989, Kualifikasi Piala Dunia 1990: kalah 0-5
Artinya, kemenangan di Osaka akan menjadi catatan emas baru bagi Garuda.
Faktor Tanpa Tekanan Bisa Jadi Kunci
Berbeda dengan laga-laga sebelumnya, kali ini Indonesia bertanding tanpa beban.
Garuda telah memastikan lolos ke putaran keempat, sementara Jepang juga sudah mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.
Sepak bola tidak selalu berpihak pada yang kuat atau hebat. Kadang, mereka yang tampil tanpa beban dan tak kenal takut bisa menjadi pemenangnya.
Hal ini pula yang terjadi saat Jepang dikalahkan Australia 0-1 dalam laga sebelumnya. Ketika itu, Samurai Biru menurunkan tim lapis kedua dan hasilnya menjadi kekalahan pertama Jepang di babak kualifikasi.
Nama-nama seperti Takumi Minamino, Kaoru Mitoma, Ritsu Doan, hingga Kyogo Furuhashi absen.
Sebaliknya, pemain debutan seperti Yu Hirakawa, Hiroki Sekine, dan Kota Tawaratsumida menjadi starter.
Indonesia Turunkan Kekuatan Penuh
Pelatih Patrick Kluivert tampaknya akan menurunkan skuad terbaiknya, termasuk Jay Idzes, Emil Audero atau Maarten Paes, serta Kevin Diks yang akan berlaga di Bundesliga musim depan.
Di lini tengah, duet Thom Haye dan Joey Pelupessy menjadi andalan, sementara di lini depan, Ole Romeny siap menambah pundi-pundi golnya.
“Hal pertama yang membuat saya yakin adalah karena kami punya skuad yang bagus juga. Dua laga terakhir kami menang, itu memberi perasaan positif dan dorongan besar,” ujar Joey Pelupessy, dikutip dari Antara.
Strategi “Anti-Penguasaan Bola”
Pelatih Kluivert menegaskan bahwa dirinya tidak akan memaksakan gaya main yang mengandalkan penguasaan bola.
“Ini pertandingan yang serius. Kami bermain tandang melawan pemuncak klasemen grup yang sudah lolos ke Piala Dunia," ujarnya.
Strategi bertahan dan menyerang secara efisien terbukti ampuh dalam dua kemenangan atas Bahrain dan China, meski kalah dalam penguasaan bola.
Jika Timnas Indonesia mampu meniru pendekatan Australia yang disiplin dan efektif, bukan tak mungkin kemenangan bersejarah bisa diraih. (dam)
Editor : Damianus Bram