SOLOBALAPAN.COM - Musim 2024/2025 Liga 1 Indonesia menyuguhkan persaingan tak hanya di atas lapangan, tetapi juga di tribun stadion.
Jumlah kehadiran penonton menjadi indikator penting yang mencerminkan loyalitas dan kekuatan komunitas pendukung klub.
Berdasarkan data dari Transfermarkt, berikut daftar 10 klub dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang musim:
Daftar Klub dengan Penonton Terbanyak Liga 1 2024/2025
| Peringkat | Klub | Stadion Utama | Total Penonton |
|---|---|---|---|
| 1 | Persija Jakarta | Jakarta International Stadium | 262.034 |
| 2 | Persib Bandung | Stadion Gelora Bandung Lautan Api | 250.570 |
| 3 | Persebaya Surabaya | Stadion Gelora Bung Tomo | 250.386 |
| 4 | Persis Solo | Stadion Manahan | 128.347 |
| 5 | Semen Padang | Stadion Haji Agus Salim | 91.350 |
| 6 | PSS Sleman | Stadion Maguwoharjo | 81.228 |
| 7 | Bali United FC | Stadion Kapten I Wayan Dipta | 78.189 |
| 8 | Malut United FC | Stadion Gelora Kie Raha | 65.797 |
| 9 | Borneo FC Samarinda | Stadion Segiri | 64.121 |
| 10 | Persik Kediri | Stadion Brawijaya | 47.458 |
Persis Solo Konsisten di Tengah Tantangan
Meski performa Persis Solo di Liga 1 tidak selalu stabil, klub kebanggaan masyarakat Solo mampu menarik lebih dari 128 ribu penonton sepanjang musim.
Capaian ini membawa mereka ke peringkat keempat, membuktikan bahwa dukungan Pasoepati dan Ultras 1923 tetap kuat, apa pun hasil di lapangan.
PSS Sleman Tetap Dukung, Meski Terdegradasi
PSS Sleman menempati posisi keenam dengan total lebih dari 81 ribu penonton.
Meski sempat bermarkas sementara di Solo akibat renovasi Stadion Maguwoharjo, suporter tetap hadir memberikan dukungan.
Namun, musim ini juga menjadi akhir yang pahit karena PSS dipastikan terdegradasi ke Liga 2.
Klub Tradisional Tetap Dominan
Tiga besar ditempati oleh Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya.
Ketiganya mencatat angka penonton lebih dari 250 ribu orang, menunjukkan betapa besarnya basis pendukung mereka yang masih menjadi magnet utama kompetisi Liga 1.
Jumlah penonton yang tercatat menunjukkan bahwa atmosfer stadion masih menjadi nyawa utama Liga 1.
Meski banyak tantangan, termasuk regulasi keamanan dan pembatasan tiket untuk suporter tamu, animo masyarakat tetap tinggi.
Klub-klub dengan komunitas kuat tetap menjadi tulang punggung hidupnya sepak bola Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo