Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Charlie Scott Bongkar Janji Palsu Semen Padang: Kompensasi Tak Juga Dibayar

Damianus Bram • Rabu, 4 Juni 2025 | 20:31 WIB
Charlie Scott.
Charlie Scott.

SOLOBALAPAN.COM — Charlie Scott akhirnya angkat suara terkait kompensasi yang belum dibayarkan oleh Semen Padang FC.

Mantan pemain asing asal Inggris itu mengaku sangat kecewa karena haknya tak kunjung dipenuhi meskipun sudah menunggu lima bulan sesuai kesepakatan.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Scott menjelaskan bahwa ia telah menyepakati pemutusan kontrak lebih awal dengan klub, dengan janji pembayaran kompensasi paling lambat pada 31 Januari 2025.

Namun, hingga tenggat tersebut berlalu, pembayaran tak juga dilakukan. Scott lalu melaporkan hal ini ke Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang kemudian mewakilinya menghubungi pihak klub.

Manajemen Semen Padang sempat meminta pengertian dan berjanji akan melunasi kewajiban itu pada akhir Mei atau awal Juni 2025.

Scott pun menyetujui penjadwalan ulang dengan batas akhir pembayaran baru, yakni 2 Juni 2025.

Sayangnya, janji itu kembali tak ditepati. Hingga melewati batas akhir kedua, Scott mengaku belum menerima sepeser pun.

“Saya punya keluarga, istri, dan anak perempuan berusia dua bulan,” tulis Scott.

“Saya tidak meminta lebih, saya hanya memperjuangkan apa yang sudah kami sepakati bersama di atas kertas.”

Ia menyebut tindakan klub sebagai bentuk pengabaian terhadap profesionalisme.

Ironisnya, menurut Scott, klub justru masih bisa membagikan bonus ratusan juta rupiah kepada pihak lain, sementara haknya tak dipenuhi.

Scott menyatakan akan membawa persoalan ini ke National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia sebagai langkah hukum.

Dalam pernyataan tertulisnya, Scott menjelaskan kronologi kesepakatan dengan klub dan sikapnya yang masih beritikad baik.

Namun, kekecewaannya semakin memuncak ketika janji demi janji tak kunjung terealisasi.

Berikut kutipan lengkap dari Charlie Scott:

Setiap pesepakbola tentu ingin bermain dengan pikiran dan hati yang tenang, tanpa ada masalah pembayaran.

Sebelum saya berpisah dengan Semen Padang FC, kami berdua telah sepakat mengenai jumlah sebagai penyelesaian pemutusan kontrak lebih awal, pembayaran jatuh tempo pada 31 Januari 2025 dan mereka tidak membayar.

Baca Juga: Jelang Lawan China, Ranking FIFA Timnas Indonesia Tiba-Tiba Melonjak Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

Diabetes bisa dicegah! Rahasianya ada pada makanan sebelum tidur.
Selanjutnya
Kemudian saya melaporkan hal ini kepada APPI untuk mewakili saya menghubungi Semen Padang terkait janji mereka yang telah lewat tanggal tersebut.

Setelah itu, pihak klub meminta pengertian saya dan berjanji akan melunasi pembayaran paling lambat akhir Mei atau awal Juni. Dengan itikad baik, APPI dan saya pun meminta Semen Padang untuk melunasi kewajibannya paling lambat tanggal 2 Juni 2025.

Di sini terlihat Pak Andre menyampaikan kepada media pihak klub akan membayar secara mencicil. Hari ini, tanggal 2 Juni 2025 telah lewat dan saya masih belum menerima hak saya yang telah lama tertunggak.

Tentunya sesuai ketentuan, kami akan membawa permasalahan ini ke NDRC Indonesia. TAPI, yang bikin saya sedih banget adalah cara mereka kasih bonus ratusan juta rupiah dan masih belum bisa melunasi kewajibannya ke saya?

Baca Juga: Kapan Piala Presiden 2025 Digelar? Persib Tuan Rumah, Oxford United dan Port FC Ikut Memeriahkan Turnamen Pramusim Ini

Kompetisi liga sudah berakhir, dan klub masih berutang santunan ke mantan pemain.

Saya punya keluarga, istri & anak perempuan berusia 2 bulan. Saya tidak memperjuangkan sepeser pun lebih dari yang disepakati, saya memperjuangkan setiap sen yang sudah kita tandatangani di surat perjanjian! Uang itu memang hak saya dan saya tidak akan berhenti sebelum mendapatkannya????????

@semenpadangfcid @andre_rosiade @winbernadino,” tulis Charlie Scott.

Pernyataan Scott menuai simpati netizen, bahkan banyak yang menyarankan agar ia melapor langsung ke FIFA agar klub mendapat sanksi.

Di sisi lain, Andre Rosiade selaku tokoh penting di Semen Padang FC sempat menyampaikan bahwa pihaknya telah bersurat ke Scott dan menjanjikan pembayaran pada bulan Juni 2025. Ia menyebut penundaan ini akibat kebutuhan operasional klub.

“Kami itu butuh uang untuk mengikuti kompetisi. Dari Padang bayar tiket pesawat, bayar hotel. Lalu di kandang kami harus menyiapkan pertandingan. Semua butuh uang,” ujar Andre pada 27 April 2025.

Ia menilai permintaan waktu tersebut masih dalam batas kewajaran dan mencontohkan praktik cicilan juga lumrah dilakukan klub luar negeri.

Namun kini, usai batas 2 Juni kembali dilanggar, publik mempertanyakan komitmen klub terhadap mantan pemainnya.

Charlie Scott diketahui hanya bermain dalam tujuh pertandingan bersama Semen Padang FC di Liga 1 2024/2025, dengan total waktu bermain 428 menit dan satu kartu kuning.

Meski sempat diharapkan mampu memperkuat lini tengah Kabau Sirah, kontraknya diputus lebih awal oleh kesepakatan bersama.

Kini, kisruh kompensasi ini menjadi sorotan tajam terhadap profesionalitas manajemen klub-klub Liga 1 Indonesia.

Ketidakpastian pembayaran gaji atau kompensasi kepada pemain berpotensi mencoreng reputasi sepak bola nasional.

Apabila tak segera diselesaikan, kasus ini berpotensi berkepanjangan di NDRC dan memperburuk citra klub di mata publik maupun calon pemain asing.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari manajemen Semen Padang FC.

Masyarakat kini menanti langkah konkret klub untuk menuntaskan tanggung jawab terhadap Charlie Scott. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Klub #liga 1 #charlie scott #kompensasi #semen padang #andre rosiade