SOLOBALAPAN.COM - Keputusan Elkan Baggott untuk tidak bergabung dengan Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 ternyata berbuah manis.
Bek berusia 22 tahun itu resmi memperoleh perpanjangan kontrak dari klubnya, Ipswich Town, untuk musim kompetisi kasta kedua Liga Inggris atau Championship 2025/2026.
Pengumuman ini disampaikan Ipswich melalui unggahan resmi mereka di media sosial, bersamaan dengan rilis daftar pemain yang akan menjadi bagian dari skuad utama untuk musim mendatang.
Dalam daftar tersebut, nama Baggott tercantum dengan status "extra year", yang berarti kontraknya diperpanjang satu tahun setelah sebelumnya dijadwalkan berakhir pada Juni 2025.
Performa di Blackpool dan Karier Sejak Akademi
Pada musim 2024/2025, Baggott dipinjamkan ke Blackpool FC yang berkompetisi di League One, kasta ketiga sepak bola Inggris.
Selama masa peminjamannya, ia mencatatkan 18 penampilan dan menyumbang satu assist.
Baggott merupakan jebolan akademi Ipswich Town dan telah menandatangani kontrak profesional pertamanya pada tahun 2020.
Sejak saat itu, ia beberapa kali dipinjamkan ke klub-klub seperti King’s Lynn Town, Gillingham, Cheltenham Town, Bristol Rovers, dan terakhir Blackpool—semuanya demi menambah jam terbang di kompetisi profesional.
Absen Bela Timnas, Fokus ke Klub
Nama Elkan Baggott kembali mencuat ketika ia menolak panggilan Timnas Indonesia untuk laga melawan China dan Jepang dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Tidak seperti beberapa pemain lain yang absen karena cedera atau akumulasi kartu, Baggott memilih fokus pada karier klubnya di Inggris.
Keputusan tersebut memunculkan beragam reaksi dari publik sepak bola tanah air.
Sebagian fans menilai Baggott kurang menunjukkan komitmen terhadap Merah Putih, sementara yang lain memahami bahwa prioritas pemain muda seperti Baggott bisa saja lebih tertuju pada keberlangsungan karier di level klub.
Respons Erick Thohir: "Kita Gak Boleh Nyinyir"
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan pernyataan tegas menanggapi kritik terhadap Baggott. Dalam konferensi pers yang digelar di Bali pada Jumat, 31 Mei, ia mengatakan:
"Gini lho bahwa masing-masing pemain kan punya pilihan," ujar Erick.
"Ketika Elkan Baggott memprioritaskan tentu pribadi dan klubnya, kita gak boleh juga nyinyir, gak boleh zalim, gak boleh memojokkan dia, karena Elkan juga pernah berjasa atas tim nasional kita," lanjutnya.
Thohir mengungkapkan bahwa bukan kali ini saja Baggott absen dari timnas.
Sebelumnya, ia juga tidak hadir saat pertandingan melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2024 karena ingin mengamankan posisinya di klub.
Meski begitu, Thohir menegaskan bahwa pintu timnas tidak tertutup untuk Baggott.
Namun, kembalinya sang pemain bergantung pada evaluasi pelatih kepala.
"Biarkan mereka berkarier, nanti kalau memang suatu hari dia hadir kembali tetapi juga tim kepelatihan kita mau menerima."
Ia juga mengapresiasi langkah Patrick Kluivert, pelatih Timnas Indonesia, yang telah menjalin komunikasi langsung dengan Baggott terkait keputusan ini:
"Saya apresiasi sama Patrick Kluivert yang langsung telepon tetapi tentu ada pilihannya."
Pesan kepada Suporter: Jangan Membully
Dalam pernyataannya, Erick juga menyoroti reaksi keras dari sejumlah warganet terhadap Baggott. Ia mengimbau para pendukung sepak bola Indonesia untuk lebih bijak di media sosial:
"Dan saya mohon tadi, para netizen suporter ketika ada pilihan-pilihan seperti ini, jangan juga pemain kita di-bully, ya kan itu masing-masing punya pilihan pribadi," tandasnya.
Karier Klub Jadi Prioritas, Tapi Harapan ke Timnas Masih Ada
Perpanjangan kontrak yang diberikan oleh Ipswich Town menjadi bukti bahwa keputusan Baggott untuk memprioritaskan klub tak sepenuhnya keliru.
Bagi pemain muda yang tengah merintis karier di sepak bola Inggris, stabilitas dan kepercayaan dari klub sangat penting untuk masa depan profesionalnya.
Namun demikian, dengan latar belakang pernah membela Timnas sejak 2021, masih terbuka kemungkinan bagi Baggott untuk kembali mengenakan seragam Garuda.
Hal itu akan bergantung pada kesiapan sang pemain dan kebutuhan teknis dari tim pelatih di masa mendatang.
Dengan fokus dan konsistensi di level klub, publik Indonesia berharap suatu saat Elkan Baggott kembali menjadi bagian dari skuad Garuda untuk mengangkat prestasi sepak bola nasional di panggung dunia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo