Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Xana Martinez? Kisah Pilu di Balik Trofi Liga Champions Pertama PSG yang Didedikasikan Luis Enrique

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 2 Juni 2025 | 04:40 WIB
Tifo Luis Enrique dan mendiang putrinya, Xana, yang dibentangkan suporter PSG.
Tifo Luis Enrique dan mendiang putrinya, Xana, yang dibentangkan suporter PSG.

SOLOBALAPAN.COM - Final Liga Champions 2024/2025 tak hanya menyajikan dominasi Paris Saint-Germain (PSG) atas Inter Milan dengan skor telak 5-0.

Momen penuh haru juga terselip dalam euforia kemenangan, ketika publik memperhatikan sosok mendiang Xana Martinez, putri pelatih PSG, Luis Enrique.

Kemenangan PSG yang berlangsung di Allianz Arena, Munich, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB, menjadi gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Namun bagi Luis Enrique, malam itu memiliki makna jauh lebih dalam.

Ia mempersembahkan trofi juara untuk Xana, buah hatinya yang meninggal dunia enam tahun lalu.

Baca Juga: Kota Munich, Terbukti Jadi Tanah Keramat Liga Champions: PSG Juara Perdana, Ikuti Jejak Chelsea hingga Dortmund

Siapa Xana Martinez?

Xana Martinez adalah anak perempuan Luis Enrique yang wafat pada 29 Agustus 2019 di usia 9 tahun akibat kanker tulang jenis osteosarcoma.

Kepergian Xana merupakan kehilangan besar yang sempat membuat Enrique mundur sejenak dari dunia sepak bola pada saat itu.

Pada final Liga Champions musim 2014/2015 saat Enrique menjuarai kompetisi bersama Barcelona, Xana turut hadir merayakan kemenangan ayahnya.

Momen itu terekam kamera — Xana kecil berdiri bangga di samping sang ayah dan trofi "Si Kuping Besar".

Banner Menyentuh di Final Liga Champions 2025

Kenangan manis itu kembali dihidupkan dalam laga final 2025.

Fans PSG membentangkan banner besar bergambar Luis Enrique dan Xana — dalam ilustrasi, Enrique tengah menancapkan bendera PSG di lapangan, sementara Xana berdiri di sampingnya, menyaksikan dengan bangga.

Ilustrasi itu merepresentasikan momen 2015, namun kini dimodifikasi dengan simbol PSG, seolah menunjukkan bahwa meskipun Xana tak lagi hadir secara fisik, semangatnya tetap mendampingi sang ayah.

Tidak hanya itu, Enrique juga terlihat mengenakan kaus hitam bergambar dirinya dan Xana dalam bentuk karikatur.

Dalam perayaan penuh gegap gempita, Enrique memberi ruang untuk mengenang sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.

Baca Juga: 4 Konspirasi PSG untuk Juara UCL 2025 Kalahkan Inter Milan, Teori Munich hingga Kutukan PSV Eindhoven

Lebih dari Sekadar Kemenangan

Bagi Luis Enrique, kemenangan ini bukan hanya soal taktik atau pencapaian profesional. Ini tentang cinta seorang ayah yang tak lekang oleh waktu.

Raga Xana mungkin telah tiada, namun memori dan semangatnya tetap hidup — terutama dalam momen-momen besar seperti malam final Liga Champions.

Banner yang viral tersebut bukan sekadar penghormatan dari para penggemar, tapi juga pengingat bahwa sepak bola menyimpan banyak cerita manusiawi di balik kemenangan dan statistik. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#psg #liga champions #Xana Martinez #trofi #luis enrique