SOLOBALAPAN.COM – Musim kelam 2024/2025 membawa kabar pahit bagi PSS Sleman. Tim berjuluk Super Elang Jawa (Super Elja) resmi dibubarkan usai terdegradasi dari BRI Liga 1 dan finis di peringkat ke-16 klasemen akhir.
Kabar pembubaran ini disampaikan langsung oleh Media Officer PSS Sleman, Juan Tirta Abditama, pada Kamis (29/5/2025).
"Tim PSS Sleman saat ini sudah dibubarkan," ujar Juan dikutip dari Radar Jogja.
Pemain Dipulangkan, Markas Tim Sepi
Menurut Juan, seluruh pemain telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing, termasuk Manajer Leonard Tupamahu yang saat ini berada di Jakarta.
Situasi markas tim, Omah PSS, juga dilaporkan nyaris tanpa aktivitas. Hanya beberapa staf manajemen yang masih bertugas, menunggu keputusan dari direksi dan komisaris.
“Saat ini kami menunggu agenda rapat bersama jajaran direksi dan komisaris untuk menentukan arah tim ke depan, terutama persiapan menghadapi Liga 2,” tambahnya.
Evaluasi Total Usai Musim Mengecewakan
Musim ini menjadi mimpi buruk bagi PSS Sleman. Bersama PS Barito Putera dan PSIS Semarang, mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Padahal, PSS dikenal sebagai tim dengan sejarah panjang dan basis suporter militan, Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS), yang selalu setia mendukung.
“Kami akan bergerak cepat menyusun ulang strategi dan melakukan pembenahan secara total. Harapannya PSS Sleman bisa kembali ke Liga 1 secepatnya,” tegas Juan.
Suporter Masih Berharap Kebangkitan
Meski saat ini dibubarkan, para suporter tetap menaruh harapan besar agar klub kebanggaan mereka segera bangkit.
Mereka ingin melihat Super Elja kembali bersaing di kasta tertinggi pada musim 2025/2026 mendatang.
Untuk saat ini, manajemen belum menetapkan jadwal resmi pembentukan tim baru. Namun dengan Liga 2 yang diperkirakan bergulir dalam beberapa bulan ke depan, waktu pembenahan masih terbuka.
PSS butuh strategi baru, struktur yang lebih solid, dan semangat kebangkitan untuk menatap musim depan dengan lebih siap.
Editor : Damianus Bram