SOLOBALAPAN.COM — Inter Milan akan tampil tak biasa saat melawan Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions 2024/2025.
Tim asuhan Simone Inzaghi memutuskan mengenakan jersey ketiga berwarna kuning-hitam, bukan tanpa alasan.
Alasan utama pemakaian kostum ini adalah karena warna biru-hitam khas Inter bentrok dengan seragam utama PSG yang juga berwarna gelap.
UEFA menetapkan PSG sebagai “tuan rumah” di laga final yang akan digelar di Allianz Arena, Munich. Itu membuat Inter, sebagai tim “tamu”, harus memakai seragam alternatif.
Putih Bawa Sial, Kuning Jadi Pilihan
Seragam putih sempat dipertimbangkan, namun dibatalkan karena dianggap membawa kenangan buruk—Inter pernah kalah dari Bayer Leverkusen saat memakainya. Sebaliknya, jersey kuning-hitam dianggap penuh hoki.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Inter selalu menang saat memakai jersey kuning tersebut di kompetisi Eropa musim ini. Mereka menumbangkan Sparta Praha 1-0 dan Feyenoord 2-0.
Psikologis dan Sejarah Berperan
Keputusan ini bukan hanya teknis. Ada faktor psikologis dan sentuhan historis yang membuat jersey kuning terasa istimewa.
Inter pernah mengangkat trofi Piala UEFA 1998 dengan mengenakan jersey ketiga berwarna unik kala mengalahkan Lazio 3-0.
Kali ini, kisah kejayaan itu ingin diulang di panggung tertinggi: final Liga Champions.
Jersey Final Edisi Khusus
Inter juga merilis versi khusus jersey final ini, lengkap dengan tulisan “FINAL MUNICH 2025 - Paris Saint-Germain VS FC Internazionale Milano” di bagian dada. Desainnya dihiasi simbol kota Milan dengan sentuhan eksklusif.
Final Liga Champions 2024/2025
Laga Inter vs PSG akan berlangsung pada Minggu, 1 Juni 2025 pukul 02:00 WIB, disiarkan langsung oleh SCTV.
Dengan kostum kuning yang kini diyakini membawa keberuntungan, Inter Milan berharap bisa menorehkan sejarah dengan meraih trofi Liga Champions ketiga mereka.
Editor : Damianus Bram