SOLOBALAPAN.COM – Klub sepak bola Persikas Subang mendadak jadi pusat perhatian publik usai insiden memanas antara pendukung Persikas dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat acara santunan “Nganjang ka Warga” di Desa Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu (28/5/2025).
Apa Itu Persikas?
Persikas merupakan singkatan dari Perserikatan Sepakbola Indonesia Kabupaten Subang, klub kebanggaan masyarakat Subang yang bermarkas di Stadion Persikas.
Saat ini, klub berkompetisi di Liga 2 Indonesia setelah bertahun-tahun bermain di kasta bawah.
Meski belum pernah tampil di Liga 1, Persikas memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada 1951.
Dengan basis suporter yang fanatik, klub ini bertahan dan terus berkembang meski terkendala minimnya dukungan finansial dari pemerintah daerah.
Prestasi Persikas
- Runner-up Liga 3 Jawa Barat Seri 2 (2021–2022), promosi ke Seri 1
- Runner-up Liga 3 Jawa Barat Seri 1 (2023–2024), lolos ke babak nasional
- Menang atas Persekabpas Pasuruan di 8 besar Liga 3 nasional, promosi ke Liga 2
Isu Penjualan Persikas ke Sumatera Selatan
Belum lama ini muncul isu mengejutkan, dimana Persikas akan dijual ke Sumatera Selatan dan berganti nama menjadi Sumsel United.
Kabar ini sontak memicu kekecewaan besar di kalangan suporter setia dan masyarakat Subang.
Sebagai bentuk protes, beberapa pendukung Persikas membentangkan spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas” dan meneriakkan yel-yel saat acara santunan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi.
Reaksi Keras Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat langsung menanggapi aksi tersebut. Acara yang awalnya khidmat berubah panas. Dedi Mulyadi naik pitam dan menegur pendukung Persikas dengan nada tinggi.
"Siapa kamu? Turunkan spanduknya, turunkan. Hey, jangan sok jago di sini kamu. Gak mikir kamu. Ini bukan forum Persikas, ini forum saya dengan rakyat, mikir kamu," semprot Dedi.
“Ngaku anak muda, ngaku berpendidikan, gak punya otak. Ini penderitaan rakyat, bukan urusan Persikas. Urusan Persikas bukan di sini, di lapangan,” tambahnya lantang.
Menurut Dedi, forum tersebut tidak layak dijadikan tempat menyuarakan urusan klub sepak bola, apalagi saat masyarakat sedang menerima bantuan sosial.
“Ada orang menderita lagi diselamatkan, kamu teriak Persikas. Siapa kamu, maju sini. Cari siapa orangnya, dengan saya sini,” tegasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram