SOLOBALAPAN.COM - Kabar mengejutkan muncul dari dunia sepak bola Tanah Air.
Persikas Subang disebut-sebut akan dijual dan bertransformasi menjadi klub baru bernama Sumsel United, yang akan bermarkas di Palembang, Sumatera Selatan.
Jika kabar ini benar, maka klub berjuluk Singa Subang itu berpotensi menjadi pesaing langsung Sriwijaya FC, klub legendaris asal Sumsel yang selama ini mendominasi wilayah tersebut.
Awal Mula Isu Penjualan Klub
Spekulasi soal perpindahan ini mulai ramai diperbincangkan setelah akun Berita Liga Indonesia mengunggah foto skuad Persikas Subang pada Rabu malam, 27 Mei 2025, pukul 22.00 WIB.
Dalam unggahan tersebut, tercantum caption:
“RIP PERSIKAS SUBANG. Satu lagi tim yang kabarnya akan dijual dan berganti nama menjadi Sumsel United.
Akan berhomebase di Palembang dan menjadi pesaing Sriwijaya FC. Sungguh disayangkan, padahal Persikas mati-matian bertahan di Liga 2 namun akhirnya dijual juga.”
Unggahan ini langsung memicu reaksi keras dari pendukung dan pemerhati sepak bola, terutama mereka yang mengikuti perkembangan Liga 2.
Perjalanan Persikas di Liga 2
Persikas Subang, atau singkatan dari Perserikatan Sepak Bola Indonesia Kabupaten Subang, merupakan klub asal Jawa Barat yang tengah berkompetisi di Liga 2 Indonesia.
Musim ini, mereka sempat mengalami pasang surut.
Di bawah pelatih Gultom, tim tampil cukup solid. Namun, ketika kursi kepelatihan sempat dialihkan kepada pelatih asal Kamerun, Armand Mial, performa tim menurun drastis.
Hal ini memaksa manajemen untuk kembali menunjuk Gultom, yang pada akhirnya berhasil membawa Persikas lolos dari ancaman degradasi.
Belum Ada Kepastian Resmi
Menanggapi rumor penjualan klub, Ketua Umum Persikas Subang, Ahmad Bukhori, memberikan pernyataan singkat bahwa belum ada keputusan final.
"Belum, masih penjajakan kemitraan," ujarnya kepada awak media.
Respons dari Sumatera Selatan
Di pihak lain, rumor ini juga menyebar hingga Sumatera Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menepis kabar akuisisi yang sudah selesai. Menurutnya, prosesnya masih dalam tahap awal.
"Belum ada akuisisi, masih penjajakan. Kalau penjajakan, iya," ucapnya kepada media.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan survei dan kajian terhadap beberapa klub, bukan hanya Persikas Subang.
"Di Jawa Barat saja satu kabupaten bisa punya dua klub. Maka provinsi seperti Sumsel juga bisa saja memiliki dua tim profesional. Ini tidak berarti kompetisinya tidak sehat," tambahnya.
Akankah Tradisi Lokal Ditinggalkan Demi Ambisi Komersial?
Kabar ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan suporter lokal yang merasa ikatan emosional mereka dengan klub akan terputus jika benar terjadi perpindahan homebase dan perubahan identitas.
Di tengah maraknya fenomena akuisisi klub demi kepentingan komersial, banyak yang mempertanyakan apakah nilai-nilai lokal, sejarah, dan loyalitas suporter masih menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan sepak bola Indonesia.
Jika benar Persikas akan melebur menjadi Sumsel United, maka hal ini akan menjadi catatan penting dalam perjalanan transformasi klub-klub sepak bola nasional—sekaligus membuka diskusi lebih luas tentang masa depan sistem kepemilikan klub di Liga 2 dan Liga 1. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo