SOLOBALAPAN.COM - Nama Simon Tahamata tiba-tiba jadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional usai laporan dari media Belanda menyebut dirinya akan bergabung dengan Timnas Indonesia.
Mantan pemain dan pelatih akademi Ajax Amsterdam ini disebut bakal mengisi posisi strategis sebagai Head of Scouting atau kepala tim pencari bakat.
Kabar ini pertama kali diembuskan oleh VoetbalPrimeur, yang menyebut bahwa Tahamata telah digadang-gadang oleh PSSI untuk membantu mengembangkan Timnas dari balik layar.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari PSSI maupun dari pihak Tahamata sendiri.
Siapa Sebenarnya Simon Tahamata?
Simon Tahamata bukan sosok sembarangan. Ia lahir di Vught, Belanda, pada 1958 dari keluarga keturunan Maluku.
Orang tuanya hijrah ke Belanda delapan tahun sebelum ia dilahirkan.
Karier sepak bolanya dimulai dari akademi kecil bernama Theole, sebelum bergabung dengan Ajax Amsterdam, salah satu klub dengan sistem akademi terbaik di dunia.
Bersama Ajax, Tahamata mencicipi dua gelar Eredivisie dan satu Piala KNVB, serta sempat membawa klub itu ke semifinal kompetisi Eropa.
Pada 1980, ia melanjutkan kariernya ke Standard Liège di Belgia dan meraih dua gelar liga serta dua trofi Piala Belgia. Ia juga pernah tampil di final Piala Winners 1982 melawan Barcelona.
Kembali ke Belanda pada 1984, ia memperkuat Feyenoord, sebelum menghabiskan sisa kariernya di Belgia bersama Beerschot dan Germinal Ekeren. Ia pensiun pada 1996.
Karier Pelatih dan Pemandu Bakat
Selepas pensiun, Tahamata memilih jalur kepelatihan usia muda. Ia tercatat pernah menangani akademi di Standard Liège, Beerschot, Ajax, hingga Al-Ahli (Arab Saudi).
Namanya paling lama melekat di Ajax, di mana ia menjabat pelatih teknik untuk akademi muda dalam dua periode: 2004–2009 dan 2014–2024.
Namun pada tahun lalu, ia memutuskan mundur dari Ajax karena ketidaksepahaman soal jam kerja dan kebijakan internal klub.
Sejak saat itu, ia belum terikat kontrak pelatihan dengan klub manapun.
Potensi Besar untuk Timnas Indonesia
Jika rumor ini benar, perekrutan Simon Tahamata sebagai pemandu bakat utama Timnas Indonesia bisa menjadi langkah strategis.
Pengalamannya yang luas dalam mengembangkan pemain usia muda di Eropa sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia untuk membangun fondasi timnas dari usia dini.
Terlebih, Tahamata juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap pemain diaspora, yang bisa jadi keuntungan tersendiri dalam memetakan talenta berdarah Indonesia di luar negeri. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo