SOLOBALAPAN.COM - Pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, akhirnya membuktikan ucapannya yang sempat dianggap angin lalu.
Di awal musim, pria kelahiran Yunani yang kini berkewarganegaraan Australia itu sempat menyampaikan janji optimistis.
"Saya selalu menang di musim kedua saya. Tidak ada yang berubah." Pernyataan tersebut terlontar usai rentetan kekalahan yang membuat performa Spurs diragukan publik.
Namun, waktu kini telah membuktikan.
Delapan bulan setelah komentar tersebut, Postecoglou sukses mempersembahkan gelar bergengsi yang telah lama didambakan fans dan manajemen klub.
Gelar itu yakni Liga Europa 2024/2025 — lewat kemenangan tipis 1-0 atas Manchester United di partai final yang digelar di Bilbao, Kamis (22/5/2025).
"Itu bukan bentuk kesombongan, melainkan sebuah pernyataan. Kalau kami gagal, saya siap bertanggung jawab," ujarnya kepada TNT Sports, menanggapi janjinya yang kini jadi kenyataan.
Dalam wawancara terpisah bersama CBS Sports, Postecoglou mengakui bahwa masa tugasnya di Tottenham merupakan salah satu periode tersulit dalam karier kepelatihannya.
"Saya menyadari tantangan besar yang ada. Klub ini pernah ditangani oleh manajer-manajer kelas dunia yang lebih berpengalaman, tapi belum berhasil meraih trofi. Jadi saya tahu betapa beratnya pekerjaan ini," tuturnya jujur.
Tradisi Juara di Musim Kedua: Jejak Sukses Postecoglou
Menariknya, raihan trofi bersama Spurs ini bukan yang pertama dalam musim keduanya menangani klub.
Berikut jejak sukses sang pelatih yang selalu membawa kejayaan di tahun keduanya:
-
South Melbourne (1996–2000): Gelar National Soccer League pada musim kedua dan kembali juara di musim berikutnya.
-
Brisbane Roar (2009–2012): Meraih gelar A-League pada musim kedua dan mempertahankannya setahun kemudian.
-
Timnas Australia (2013–2017): Menjuarai Piala Asia 2015, gelar pertama Australia di turnamen tersebut, setelah menang dramatis atas Korea Selatan di final.
-
Yokohama F. Marinos (2018–2021): Gagal di musim pertama, tapi sukses membawa tim menjadi juara J-League di tahun kedua.
-
Celtic FC (2021–2023): Memenangkan kembali gelar Liga Utama Skotlandia di musim pertama dan mempertahankannya di musim kedua.
Tantangan di Tengah Karier: Klub yang Tak Sampai Musim Kedua
Meski punya rekor emas di musim kedua, tidak semua klub mendapat sentuhan penuh darinya.
Postecoglou sempat melatih beberapa tim hanya dalam waktu singkat, seperti Panachaiki (Yunani), Whittlesea Zebras (Australia), dan Melbourne Victory — klub yang ia tinggalkan sebelum menyelesaikan musim penuh keduanya karena menerima tawaran melatih tim nasional Australia.
Kemenangan di Liga Europa ini bukan hanya sekadar trofi bagi Tottenham, melainkan juga validasi atas filosofi bermain dan pendekatan kepemimpinan Postecoglou.
Di tengah tekanan dan ekspektasi tinggi, pelatih berusia 59 tahun ini membuktikan bahwa konsistensi dan visi jangka panjang bisa berbuah manis — bahkan untuk klub yang sudah lama haus gelar. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo