Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mengejutkan! Tak Mau PSS Sleman Bertahan di Liga 1, Aremania Desak Singo Edan 'Mengalah' Saat Hadapi Semen Padang

Damianus Bram • Kamis, 22 Mei 2025 | 23:14 WIB
Logo BRI Liga 1.
Logo BRI Liga 1.

SOLOBALAPAN.COM – Arema FC tengah bersiap menghadapi laga pamungkas BRI Liga 1 2024/2025 melawan Semen Padang, meski sudah tidak memiliki kepentingan di papan atas klasemen.

Pertandingan akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (24/5/2025).

Bagi Semen Padang, laga ini menjadi penentu nasib mereka agar tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Manajemen Singo Edan tetap menargetkan performa maksimal dari Dendi Santoso dkk.

Apalagi, ada motivasi tambahan setelah komentar kontroversial dari Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, yang menuding Arema bermain curang pada semifinal Piala Presiden 2017. Dimana, saat itu Arema menang telak 5-2.

Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, yang turut terlibat saat itu, menanggapi tudingan tersebut sebagai bagian dari psywar.

“Kami tidak bermain curang. Kemenangan 5-2 menunjukkan kami lebih unggul,” tegas Kuncoro, Kamis (22/5/2025).

Namun di sisi lain, komentar netizen—khususnya Aremania—membawa narasi berbeda.

Banyak suara di media sosial yang justru meminta Arema “mengalah” agar PSS Sleman terdegradasi.

Alasan utama munculnya desakan itu adalah rivalitas panas antara Aremania dan pendukung PSS Sleman.

Sejumlah netizen mengungkit insiden masa lalu, termasuk pelemparan bus tim Arema dan spanduk provokatif bertuliskan “Kick the lion out from this league”.

“Lebih baik kasih poin ke Semen Padang. Mereka jaga pemain kita saat tandang. Jangan biarkan tim yang pernah lempari bus kita tetap di Liga 1,” tulis akun @arifaaaaa80.

"kalah gakpp kok kami tetap senang bangettt," tulis @d28xstrio

"kalah aja biar pss yg degradasi," tulis @kevinchandera_.

"Kalah malang sayang senang," tulis @jeje.arema.

Bahkan, sebagian pendukung mendesak Arema untuk menurunkan skuad pelapis sebagai bentuk protes atas perlakuan suporter PSS.

Situasi ini menjadi dilema moral dan kompetisi. Arema dihadapkan pada pilihan menjaga integritas pertandingan atau mengikuti tekanan emosional suporter.

Menariknya, musim lalu Arema pernah berada di posisi serupa seperti Semen Padang—berjuang di zona degradasi dan akhirnya selamat berkat hasil imbang melawan Madura United serta kekalahan Rans Nusantara FC.

“Kami tahu rasanya bertarung di posisi Semen Padang sekarang. Lebih baik fokus ke tim sendiri, jangan justru melemahkan lawan lewat psywar,” pungkas Kuncoro.

Kini, publik menantikan sikap Arema FC dalam laga penutup musim ini. Menjunjung fair play atau mengikuti arus rivalitas yang semakin panas di dunia maya. (dam)

Photo
Photo
Sesuai janjinya Ange Postecoglou memberikan gelar juara untuk Tottenham Hotspur di tahun keduanya.
Sesuai janjinya Ange Postecoglou memberikan gelar juara untuk Tottenham Hotspur di tahun keduanya.
Editor : Damianus Bram
#aremania #liga 1 #netizen #arema fc #Mengalah #semen padang #pss sleman