SOLOBALAPAN.COM - Timnas Indonesia akan kembali berlaga di kandang dengan menjamu China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Laga bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Juni 2025, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Penjualan tiket pertandingan tersebut resmi dibuka mulai Kamis, 15 Mei 2025 pukul 10.00 WIB.
Seluruh proses pembelian tiket dilakukan secara eksklusif melalui aplikasi Livin Sukha milik Bank Mandiri. PSSI menegaskan bahwa penjualan tidak tersedia lewat platform lain.
Untuk bisa membeli tiket, calon penonton diwajibkan memiliki akun Garuda ID.
Penting untuk dicatat bahwa satu akun hanya dapat digunakan untuk membeli satu tiket, sehingga tidak bisa digunakan untuk transaksi lebih dari satu kursi.
Sementara itu, barcode tiket elektronik baru akan muncul di halaman aplikasi pada 4 Juni 2025 mulai pukul 10.00 WIB, atau sehari menjelang pertandingan.
Barcode ini akan menjadi akses masuk ke dalam stadion dan harus diperlihatkan saat pemeriksaan di pintu masuk.
Rincian Harga Tiket Timnas Indonesia vs China
Pihak PSSI menyatakan bahwa tidak ada perubahan harga tiket dibandingkan dengan pertandingan kandang sebelumnya melawan Bahrain.
Berikut adalah daftar harga tiket berdasarkan kategori tempat duduk, dari yang paling mahal hingga paling ekonomis:
-
Mandiri Premium West – Rp 1.750.000
-
Mandiri Premium East – Rp 1.750.000
-
Freeport Garuda West – Rp 1.250.000
-
Sinar Mas Garuda East – Rp 1.250.000
-
Astra Financial Garuda North – Rp 600.000
-
Indosat Garuda South – Rp 600.000
-
Indomie Upper Garuda – Rp 300.000
Bagi para pendukung setia Timnas, momen ini menjadi kesempatan emas untuk menyaksikan langsung perjuangan Garuda di atas lapangan.
Dukungan suporter di stadion tidak hanya menjadi semangat bagi para pemain, tapi juga menunjukkan kebanggaan nasional terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
Jangan sampai kehabisan tiket dan pastikan kamu menjadi bagian dari sejarah saat Timnas Indonesia menghadapi kekuatan besar Asia, China, di bawah gemuruh SUGBK. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo