SOLOBALAPAN.COM - Semen Padang FC menjadi salah satu tim yang terancam degradasi dari Liga 1 musim 2024/2025.
Hingga pekan ke-32, tim berjuluk Kabau Sirah masih berada di papan bawah klasemen, tepatnya di posisi ke-15 dengan raihan 32 poin.
Posisi ini membuat mereka harus bersaing ketat dengan klub-klub lain seperti PSS Sleman, PS Barito Putera, Madura United FC, dan Persis Solo untuk menghindari jeratan zona merah di akhir musim.
Meski demikian, situasi Semen Padang saat ini sudah menunjukkan perbaikan dibandingkan akhir April lalu.
Pada penghujung April 2025, Semen Padang FC sempat berada di posisi ke-17 klasemen, hanya satu tingkat di atas juru kunci.
Kala itu, nasib mereka nyaris dipastikan menuju jurang degradasi. Namun, dalam kurun waktu kurang lebih dua pekan, Kabau Sirah sukses bangkit dan kembali bersaing untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Salah satu faktor yang mendorong kebangkitan cepat ini adalah motivasi ekstra dari manajemen klub, yang memberikan dukungan bukan hanya secara moral, tapi juga dalam bentuk bonus finansial besar.
Momentum kebangkitan dimulai saat Semen Padang FC menantang Persija Jakarta pada 27 April di Stadion Pakansari, Bogor.
Meski bermain sebagai tim tamu, mereka berhasil meraih kemenangan mengejutkan dengan skor 2-0. Kemenangan ini membuat posisi mereka naik ke peringkat ke-16.
Sebagai bentuk apresiasi, manajemen langsung memberikan bonus senilai Rp 400 juta, di mana Rp 300 juta di antaranya berasal dari Andre Rosiade, selaku Penasihat Semen Padang FC.
Motivasi dari bonus ini berlanjut ke pertandingan selanjutnya melawan Madura United FC pada 4 Mei di Stadion Haji Agus Salim, Padang.
Bermain di hadapan publik sendiri, Semen Padang kembali menunjukkan performa impresif dengan kemenangan 2-1.
Kemenangan tersebut tidak hanya disambut dengan gegap gempita oleh masyarakat Sumatera Barat, tetapi juga menjadi titik balik Kabau Sirah untuk keluar dari zona degradasi setelah tiga bulan.
Manajemen pun memberikan bonus yang lebih besar, yaitu Rp 440 juta, naik dari rencana awal sekitar Rp 350 juta, berkat kontribusi tokoh-tokoh Sumbar yang turut memberikan dukungan tambahan.
Pada laga berikutnya melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (11/5), Semen Padang FC meraih hasil imbang 1-1.
Meski tidak meraih kemenangan, tambahan satu poin dari laga tandang itu tetap membuat mereka bertahan di posisi ke-15, unggul satu poin dari PS Barito Putera yang masih berada di zona degradasi.
Sebagai penghargaan atas perjuangan tersebut, manajemen memberikan bonus Rp 100 juta.
Nilai itu disebut bisa lebih tinggi jika Semen Padang FC berhasil memenangkan laga.
Secara keseluruhan, dalam tiga pertandingan terakhir, total bonus yang diterima tim mencapai Rp 940 juta.
Jumlah ini menunjukkan komitmen manajemen dalam mendukung penuh perjuangan tim untuk tetap bertahan di Liga 1.
Masih Ada Dua Laga Penentuan
Semen Padang FC masih memiliki dua pertandingan tersisa di musim ini, yaitu melawan Persik Kediri pada Minggu (18/5) dan Arema FC pada Minggu (25/5).
Hasil dari dua laga penentu ini akan sangat krusial bagi nasib Kabau Sirah.
Jika mampu meraih hasil positif, bukan tidak mungkin Semen Padang FC mengunci tempat di Liga 1 musim depan.
Dukungan penuh dari manajemen, atmosfer positif di ruang ganti, serta semangat juang pemain kini menjadi modal utama mereka menuju akhir musim yang dramatis.
Dan tentu saja, bonus tambahan berpotensi kembali mengalir jika target bertahan berhasil tercapai. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo