Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Arema FC Pindah Homebase Kemana? Imbas Insiden Pelemparan Bus Persik Kediri, Sampai Bikin Manajemen Kecewa

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 14 Mei 2025 | 03:10 WIB
Stadion Kanjuruhan.
Stadion Kanjuruhan.

SOLOBALAPAN.COM -  Laga bertajuk Derby Jawa Timur antara Arema FC dan Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu (12/5) malam ternyata meninggalkan luka mendalam bagi tim tuan rumah.

Tidak hanya kalah telak dengan skor 0-3, Arema FC juga harus menghadapi insiden pelemparan terhadap bus tim tamu seusai pertandingan.

Aksi tidak terpuji ini terjadi di luar kawasan stadion, tepatnya di zona 4, dan menyulut kekecewaan mendalam dari pihak manajemen Arema FC.

General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan bahwa pihaknya sangat kecewa dengan situasi yang terjadi, baik dari sisi penyelenggaraan pertandingan maupun sikap sebagian suporter.

“Kami kecewa dengan beberapa stakeholders pertandingan kemarin,” kata Yusrinal dalam pernyataan resminya. Ia bahkan menyatakan Arema FC tengah mempertimbangkan opsi untuk tidak lagi berkandang di Kanjuruhan di sisa musim Liga 1 2024/2025.

Menurut Yusrinal, klubnya telah berjuang maSSti-matian dalam tiga tahun terakhir untuk bertahan tanpa kandang tetap.

Baca Juga: Buntut Insiden Pelemparan Batu oleh Suporter Arema FC Terhadap Bus Persik Kediri: Polisi Telusuri Aksi Brutal Oknum Suporter

Kini saat mereka kembali ke kota sendiri, justru mendapatkan tekanan yang berlebihan dari para pendukung.

“Tiga tahun kami bertahan dalam keterbatasan dana dan tekanan. Tapi yang kami dapat saat kembali justru tuntutan kesempurnaan yang sulit dipenuhi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yusrinal juga menyinggung soal standar pengamanan yang dinilai kurang optimal.

Ia menyebut bahwa laga melawan Persik seharusnya dikategorikan sebagai pertandingan berisiko tinggi, namun penanganan keamanan di luar stadion tidak maksimal.

“Manajemen sudah penuhi semua syarat, termasuk pengamanan dan produksi. Tapi insiden tetap terjadi di luar area kendali panitia pelaksana,” jelasnya.

Baca Juga: Krisis Ganda Menghantam Arema FC: Manajer Tersandung Kasus Rokok Ilegal, Bus Lawan Dilempari Batu di Kanjuruhan

Ia mengungkapkan bahwa dua pertandingan kandang terakhir Arema FC menghabiskan biaya lebih dari Rp 1 miliar, sebuah angka yang tidak kecil bagi klub yang masih dalam fase pemulihan pasca berbagai tekanan internal dan eksternal.

Namun sayangnya, manajemen justru kerap menjadi sasaran tuduhan saat insiden seperti ini terjadi.

“Kami terus jadi kambing hitam. Padahal jelas kejadian di luar area stadion. Polisi harus bertindak tegas, tangkap dan ungkap pelaku serta motifnya,” tegas Yusrinal.

Dengan semua pertimbangan itu, manajemen Arema FC kini benar-benar meninjau kembali kelanjutan status Stadion Kanjuruhan sebagai kandang mereka. (did)

 

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#persik kediri #manajemen #arema fc #Homebase #Pelemparan Bus