SOLOBALAPAN.COM - Persika Karanganyar gagal meraih poin penuh dalam laga krusial melawan Persic Cilegon pada matchday kedua Grup B babak 16 besar Liga 4 Nasional 2024/2025.
Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (12/5/2025), tim asuhan Slamet Riyadi harus puas berbagi angka setelah pertandingan berakhir imbang tanpa gol (0-0).
Persic Cilegon tampil solid dengan strategi bertahan yang efektif.
Di bawah asuhan Haryadi Putul—mantan kapten Persis Solo era 2010—tim asal Banten tersebut berhasil meredam agresivitas Persika sepanjang pertandingan.
"Hasil yang tidak kami harapkan. Kami gagal memanfaatkan peluang-peluang," ujar Slamet Riyadi usai pertandingan.
Hasil ini menjadi yang pertama kalinya Persika Karanganyar gagal mencetak gol dan tidak meraih kemenangan sepanjang perjalanan mereka di fase nasional.
Sebelumnya, mereka selalu menang di babak 64 besar, 32 besar, serta pada laga pembuka babak 16 besar.
Meski demikian, hasil imbang ini masih menempatkan Persika di puncak klasemen sementara Grup B dengan koleksi 4 poin, setara dengan Persebata Lembata yang baru saja menang 2-0 atas Persewangi Banyuwangi.
Di sisi lain, Persic Cilegon telah mengantongi 2 poin dari dua hasil imbang identik 0-0. Menariknya, Persic menjadi satu-satunya tim di grup ini yang belum mencetak maupun kebobolan gol.
Di klasemen grup, Persewangi Banyuwangi dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun tanpa mengoleksi satu poin pun.
Situasi ini menjadikan pertandingan terakhir sebagai penentu nasib tiga tim tersisa—Persika Karanganyar, Persebata Lembata, dan Persic Cilegon—yang masih berpeluang melaju ke babak 8 besar.
Duel terakhir yang digelar pada Rabu (14/5) diprediksi berlangsung sengit: Persika akan menghadapi Persebata Lembata, sedangkan Persic akan berhadapan dengan tim juru kunci Persewangi Banyuwangi.
Dua tim teratas dari hasil pertandingan tersebut akan melanjutkan langkah ke babak perempat final dan terus menjaga peluang promosi ke Liga 3 musim depan.
"Masih ada pertandingan terakhir. Menang atau draw maksimal 1-1 kami lolos (ke 8 besar)," tambah Slamet Riyadi dengan nada optimistis.
Pelatih Persika itu juga menekankan pentingnya melupakan hasil minor kontra Persic dan fokus penuh untuk mengamankan kemenangan di laga pamungkas.
Ia berkomitmen untuk terus membakar semangat para pemainnya.
"Tetap harus saya motivasi untuk memaksimalkan pertandingan terakhir," tutupnya.
Dengan catatan rekor yang masih tergolong positif, Persika Karanganyar memiliki peluang besar untuk kembali ke jalur kemenangan.
Dukungan penuh dari suporter dan kesiapan mental menghadapi laga menentukan kontra wakil NTT, Persebata Lembata, akan menjadi kunci apakah mereka benar-benar siap naik kelas ke Liga 3 musim depan.
Kini, semua mata tertuju pada laga penentu—sebuah ujian sesungguhnya bagi ambisi dan konsistensi tim asal Karanganyar tersebut. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo