SOLOBALAPAN.COM – Insiden pelemparan batu ke bus Tim Persik Kediri oleh sekelompok oknum Aremania (suporter Arema FC) usai pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu (11/5/2025), mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa empat orang saksi terkait kejadian tersebut.
Dua di antaranya merupakan koordinator lapangan (korlap) Aremania yang ditunjuk langsung oleh manajemen untuk mendampingi perjalanan bus Persik.
“Totalnya ada empat orang telah dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Malang. Dua saksi itu korlap yang ditunjuk manajemen untuk mendampingi bus Persik,” ujar AKP Bambang kepada awak media di Malang, Senin (12/5/2025).
Dua saksi lainnya adalah warga sekitar yang berada di lokasi kejadian. Selain itu, Polres Malang juga berencana meminta keterangan tambahan dari pemain, pelatih, serta manajemen Persik Kediri.
Namun, karena pertimbangan kondisi fisik para pemain yang masih kelelahan usai laga, penyidik memutuskan untuk menunda pemeriksaan terhadap tim Persik.
"(Sopir bus) juga belum (dimintai keterangan)," imbuh Bambang.
Sejauh ini, Satreskrim Polres Malang telah mengamankan barang bukti berupa satu batu dan serpihan kaca dari bus tim Persik yang mengalami kerusakan.
Sebagai informasi, laga antara Arema FC dan Persik Kediri dalam pekan ke-32 Liga 1 digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (11/5) pukul 15.30 WIB.
Pertandingan tersebut menandai kembalinya Arema FC ke Stadion Kanjuruhan pasca-tragedi 1 Oktober 2022.
Pertandingan berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan tim tamu, Persik Kediri. Gol dicetak oleh Vava Mario Yagalo (menit 25), Ramiro Fergonzi (menit 72), dan Ze Valente (menit 82).
Namun sayangnya, insiden memalukan terjadi setelah pertandingan. Saat bus yang membawa skuad Persik meninggalkan stadion menuju hotel di daerah Kepanjen, mereka mendapat teror berupa lemparan batu dari oknum suporter di sisi kiri dan kanan jalan.
Dalam video amatir yang beredar di media sosial, tampak kaca bus pecah parah. Bahkan, beberapa ofisial tim dilaporkan mengalami cedera akibat kejadian tersebut.
Aksi anarkis ini menuai kecaman dari warganet dan pecinta sepak bola Indonesia.
Banyak yang menilai insiden ini menunjukkan kurangnya pelajaran dari tragedi kelam di Stadion Kanjuruhan yang merenggut 135 nyawa.
“Belum lewat 1.000 hari tragedi Kanjuruhan loh. Astagfirullah, baru pertama main di Kanjuruhan saja udah kayak gini,” tulis akun X @tweetpersik dalam unggahan video dan foto, Minggu (11/5/2025). (dam)
Editor : Damianus Bram