Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Krisis Ganda Menghantam Arema FC: Manajer Tersandung Kasus Rokok Ilegal, Bus Lawan Dilempari Batu di Kanjuruhan

Damianus Bram • Selasa, 13 Mei 2025 | 19:17 WIB
Kondisi bus yang ditumpangi skuad Persik Kerdiri pasca dilempari oleh oknum suporter Arema FC.
Kondisi bus yang ditumpangi skuad Persik Kerdiri pasca dilempari oleh oknum suporter Arema FC.

SOLOBALAPAN.COM – Arema FC tengah dilanda krisis ganda jelang akhir musim Liga 1 2024/2025. Klub berjuluk Singo Edan ini tak hanya dihadapkan pada ancaman sanksi akibat insiden kekerasan terhadap tim tamu, tetapi juga terpukul dengan kasus hukum yang menyeret manajer klub, Wiebie Dwi Andriyas.

Pada Minggu (11/5/2025), Arema FC kembali berlaga di Stadion Kanjuruhan untuk pertama kalinya sejak tragedi kelam 1 Oktober 2022.

Namun, bukannya menjadi momentum positif, pertandingan tersebut justru tercoreng aksi pelemparan batu terhadap bus tim Persik Kediri usai laga berakhir dengan kekalahan 0-3.

Pelatih Persik, Divaldo Alves, dilaporkan mengalami luka akibat pecahan kaca.

Sementara bus yang ditumpangi tim tamu mengalami kerusakan saat melaju ke arah hotel di kawasan Kepanjen, Malang.

PT LIB dan PSSI Bereaksi Keras

Operator Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB), melalui Direktur Operasional Asep Saputra menyayangkan keras insiden kekerasan tersebut.

“Insiden ini sungguh kami sesalkan. Semua pihak seharusnya menjaga sikap sportif dan respek. Kita semua bersaudara,” ujarnya.

PT LIB menyatakan bakal membawa kasus ini ke Komite Disiplin PSSI. Jika terbukti ada kelalaian dalam pengamanan dan pelanggaran oleh panitia penyelenggara, Arema FC bisa dijatuhi sanksi berupa denda, laga tanpa penonton, atau hukuman administratif lainnya.

Manajer Arema FC Terseret Kasus Rokok Ilegal

Baca Juga: Tim Persebi Boyolali Segera Dibubarkan Usai Gagal Promosi ke Liga 3

Di saat bersamaan, publik dikejutkan dengan kabar bahwa Manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas, ditetapkan sebagai tersangka kasus produksi dan distribusi rokok ilegal oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Kasus ini bermula dari penyitaan ribuan batang rokok ilegal pada 27 Februari 2025. Rokok tersebut diduga diproduksi oleh CV ZAF Arta Jaya, perusahaan yang dikaitkan dengan Wiebie.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Dwi Prasetyo Rini, membenarkan bahwa kasus tersebut kini tengah dalam penyidikan.

“Saat ini masih dalam tahap penyidikan. Untuk detail kronologi, akan kami sampaikan lebih lanjut,” katanya.

Arema FC di Bawah Tekanan Berat

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyatakan empati terhadap kondisi yang dihadapi Wiebie.

“Kami sangat prihatin dan memahami kondisi yang dihadapi Pak Wiebie,” ujar Yusrinal singkat.

Di tengah tekanan eksternal, Arema FC juga belum aman dari ancaman degradasi. Kekalahan dari Persik di pekan ke-32 membuat posisi mereka di klasemen semakin terpuruk.

Krisis internal ini juga menambah beban performa tim yang sudah menurun sejak awal musim. (dam)

Editor : Damianus Bram
#manajer #Wiebie Dwi Andriyas #pelemparan batu #Persik #arema fc #kanjuruhan #rokok ilegal